Citroën menggabungkan sistem penggerak roda depan dengan konstruksi bodi monokok atau self-supporting body.
Dalam rancangan ini, bodi menjadi bagian penting dari struktur kendaraan sehingga tidak lagi mengandalkan sasis terpisah seperti yang lazim digunakan pada masa itu.
Konstruksi tersebut memungkinkan Traction Avant memiliki bodi yang lebih rendah sekaligus membantu menurunkan pusat gravitasi.
Hasilnya adalah karakter berkendara yang berbeda dibandingkan mobil konvensional pada era tersebut.
Sesuai namanya, Traction Avant menggunakan roda depan sebagai penggerak kendaraan.
Citroën menempatkan mesin dan transmisi dengan konfigurasi yang berbeda dari mobil penggerak roda belakang.
Transmisi ditempatkan di depan mesin sehingga tata letak mekanis kendaraan menjadi lebih kompak.
Rancangan tersebut turut mendukung posisi pusat gravitasi yang rendah serta karakter pengendalian yang menjadi salah satu keunggulan Traction Avant.
Untuk ukuran mobil tahun 1930-an, kombinasi teknologi tersebut merupakan sebuah langkah besar.
Traction Avant juga dibekali suspensi depan independen dan sistem rem hidrolik pada keempat roda.
Teknologi itu membuat stabilitas, kenyamanan, dan kemampuan pengereman mobil tergolong maju pada zamannya.
Salah satu karakter paling mudah dikenali dari Traction Avant adalah desain bodinya.