Jika banyak mobil pada era 1930-an masih memiliki bentuk tinggi dan cenderung kaku, Traction Avant tampil dengan profil lebih rendah dan garis bodi yang mengalir.
Konstruksi monokok serta tata letak mekanisnya memberikan keleluasaan bagi Citroën untuk menciptakan bentuk kendaraan yang lebih aerodinamis.
Rancangan tersebut bukan hanya mengejar estetika. Posisi bodi yang rendah, pusat gravitasi yang lebih rendah, jarak sumbu roda panjang, dan tapak roda lebar dirancang untuk memberikan kestabilan serta karakter pengendalian yang lebih baik.
Dengan pendekatan tersebut, Citroën berhasil menciptakan mobil yang terlihat berbeda sekaligus menawarkan pengalaman berkendara yang lebih modern.
Traction Avant tidak hanya dipasarkan dalam satu konfigurasi.
Model awal 7A menggunakan mesin empat silinder berkapasitas 1.303 cc dengan tenaga sekitar 32 hp.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi manual tiga percepatan dan mampu mencapai kecepatan sekitar 95 km/jam.
Citroën kemudian memperkenalkan 7B dengan mesin 1.529 cc yang menghasilkan sekitar 35 hp.
Pada 1934, hadir pula 7 Sport dengan mesin 1.910 cc dan tenaga sekitar 46 hp.
Perkembangan selanjutnya melahirkan keluarga 11CV yang menjadi salah satu varian paling terkenal dari Traction Avant.
Keluarga 11 menggunakan mesin empat silinder berkapasitas 1.911 cc dan menjadi salah satu versi utama yang memiliki masa produksi panjang.