BANDAR LAMPUNG – Ferrari 250 GTO bukan sekadar mobil sport klasik, melainkan sebuah mahakarya otomotif yang menjadi simbol prestise, performa, dan sejarah balap dunia.
Hingga kini, mobil buatan Ferrari tersebut masih menyandang status sebagai salah satu mobil koleksi termahal yang pernah diperjualbelikan, dengan nilai yang mampu menembus lebih dari 70 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp1 triliun.
Diproduksi antara tahun 1962 hingga 1964, Ferrari 250 GTO dirancang khusus untuk memenuhi regulasi balap kategori Grand Touring (GT).
Huruf GTO sendiri merupakan singkatan dari Gran Turismo Omologato, yang berarti mobil grand touring yang telah memperoleh homologasi untuk berlaga di ajang balap internasional.
Ferrari 250 GTO tampil dengan desain yang hingga kini dianggap sebagai salah satu bentuk mobil paling indah sepanjang sejarah.
Bodi berbahan aluminium dibuat ringan sekaligus aerodinamis, hasil kolaborasi para insinyur Ferrari dengan desainer legendaris Sergio Scaglietti.
Bagian depan memiliki kap mesin panjang, lampu bulat klasik, grille besar, serta lekukan bodi yang dirancang untuk memaksimalkan aliran udara ketika melaju dalam kecepatan tinggi.
Sementara bagian belakang dibuat sederhana namun fungsional, lengkap dengan spoiler kecil yang membantu menjaga stabilitas saat mobil dipacu di lintasan balap.
Jantung pacu Ferrari 250 GTO menggunakan mesin V12 Colombo berkapasitas 2.953 cc dengan konfigurasi naturally aspirated.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 300 hp pada 7.500 rpm dengan torsi yang besar untuk ukuran mobil era 1960-an.
Seluruh tenaga disalurkan melalui transmisi manual lima percepatan menuju roda belakang.
Dengan bobot hanya sekitar 880 kilogram, Ferrari 250 GTO mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 6 detik, sementara kecepatan maksimalnya mencapai sekitar 280 km/jam, angka yang sangat mengesankan pada masanya.