BANDAR LAMPUNG – Jauh sebelum Yamaha RX-King dikenal sebagai salah satu motor dua tak paling legendaris di Indonesia, Yamaha terlebih dahulu memperkenalkan Yamaha RX-K.
Motor yang hadir pada awal dekade 1980-an ini menjadi bagian penting dari perjalanan keluarga RX hingga akhirnya melahirkan sosok yang dijuluki “Raja Jalanan”.
Yamaha RX-K merupakan sepeda motor bermesin dua tak yang dikenal memiliki karakter tenaga responsif.
Model tersebut masuk ke Indonesia dalam bentuk completely built up (CBU) dari Jepang dan disebut sebagai penerus Yamaha RX125.
Sejumlah catatan otomotif menyebut RX-K mulai diperkenalkan sekitar 1980 dan beredar hingga kurang lebih 1983.
Setelah itu, posisinya diteruskan oleh Yamaha RX-King yang kemudian jauh lebih populer di pasar Indonesia.
Meski masa edarnya tidak panjang, RX-K memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Yamaha.
Motor ini menjadi salah satu penghubung penting sebelum kelahiran RX-King pada 1983.
Ketika Yamaha RX-K diperkenalkan, pasar sepeda motor Indonesia mulai diramaikan berbagai model bermesin dua tak.
Yamaha sebelumnya telah memiliki RX100 dan RX125 yang menjadi bagian dari keluarga RX.
RX-K kemudian hadir dengan kapasitas mesin yang lebih besar. Motor ini menggunakan mesin satu silinder dua tak berpendingin udara dengan kapasitas yang dalam berbagai referensi disebut berada di kisaran 132 hingga 135 cc.
Perbedaan penyebutan kapasitas tersebut membuat RX-K terkadang dikenal sebagai motor 132 cc, sementara kalangan pengguna dan komunitas motor lawas lebih sering menyebutnya 135 cc.