Karakter tersebut membuat Traction Avant memiliki citra berbeda dibandingkan sedan besar lain pada zamannya.
Kehadirannya dalam berbagai kisah dan film kriminal turut memperkuat reputasi sebagai mobil yang identik dengan para gangster.
Perjalanan Traction Avant berlangsung dalam periode penuh gejolak di Eropa.
Produksi mobil ini berlanjut dalam berbagai bentuk sebelum kondisi Perang Dunia II memengaruhi industri otomotif. Setelah perang berakhir, Citroën kembali mengembangkan dan memproduksi Traction Avant.
Model tersebut tetap menjadi bagian penting dari lini Citroën hingga akhirnya produksinya berakhir pada 1957.
Salah satu perkembangan menarik terjadi pada 1954 ketika Citroën memperkenalkan 15-Six H.
Varian tersebut menggunakan sistem suspensi hidropneumatik pada bagian belakang, sebuah teknologi yang kemudian berkembang dan menjadi sangat identik dengan Citroën DS.
Traction Avant memiliki usia produksi yang panjang untuk sebuah model yang diperkenalkan pada era 1930-an.
Mobil ini diproduksi sejak 1934 hingga 1957 dengan total sekitar 759.123 unit dalam berbagai varian.
Rentang produksi tersebut memperlihatkan bahwa inovasi Traction Avant bukan sekadar eksperimen singkat.
Model ini mampu bertahan melewati perubahan teknologi, kondisi perang, serta perkembangan kebutuhan konsumen.