Langkah ini tidak hanya berkaitan dengan performa, tetapi juga membantu pengguna mengatur data diagnostik dan personalisasi yang dikirimkan sistem.
Bersihkan Cache RAM
Sebagai langkah tambahan, pengguna dapat melakukan pembersihan standby list atau cache memori sebelum perangkat direstart.
Memori standby merupakan bagian dari RAM yang dapat digunakan kembali oleh sistem ketika diperlukan. Setelah berbagai proses optimasi dilakukan, restart perangkat membantu Windows memuat ulang sistem dalam kondisi yang lebih bersih.
Langkah tersebut sebaiknya dipandang sebagai bagian dari optimasi, bukan solusi permanen untuk perangkat dengan kapasitas RAM yang memang terbatas.
RAM Turun 2,2 GB dan SSD Lebih Lega
Hasil pengujian setelah seluruh langkah tweaking diterapkan menunjukkan perubahan yang cukup signifikan.
Penggunaan RAM idle yang sebelumnya mencapai sekitar 5,3 GB turun menjadi sekitar 3,1 GB setelah perangkat direstart. Artinya, terdapat pengurangan penggunaan memori sekitar 2,2 GB.
Ruang penyimpanan SSD juga bertambah sekitar 15 GB setelah proses pembersihan dan pengaturan sejumlah fitur dilakukan.
Selain penggunaan RAM dan SSD, jumlah background processes ikut berkurang. Dari sekitar 190 proses, jumlahnya turun menjadi sekitar 140 proses.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa sejumlah optimasi dasar dapat membuat Windows 11 terasa lebih ringan tanpa harus melakukan modifikasi ekstrem pada registry.
Meski demikian, hasil pada setiap perangkat dapat berbeda. Kapasitas RAM, jenis SSD, aplikasi yang terpasang, konfigurasi sistem, serta kebiasaan penggunaan dapat memengaruhi hasil akhir.
Karena itu, pengguna sebaiknya menerapkan optimasi secara selektif dan tidak mematikan fitur Windows yang masih dibutuhkan. Dengan memilih pengaturan yang tepat, perangkat Windows 11 dapat memiliki ruang penyimpanan lebih lega dan beban proses latar belakang yang lebih rendah.