BANDAR LAMPUNG — Kebakaran melanda Pasar Tempel Kuripan yang berada di Jalan Dr. Setia Budi, RT 02, Lingkungan III, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, pada Minggu 24 Mei 2026 dini hari.
Laporan kejadian diterima oleh Mako Tendean pada pukul 00.07 WIB. Tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi dan unit pertama tercatat keluar dari pos pada pukul 00.08 WIB. Unit pertama tiba di lokasi pada pukul 00.10 WIB dengan waktu respons penanganan selama tiga menit.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung Anthoni Irawan mengatakan, pihaknya telah memadamkan api di pasar tempel Kuripan.
"Kami menerima laporan kebakaran pada pukul 00.07 WIB. Berdasarkan keterangan petugas pasar, api diduga berasal dari termis listrik di kios milik salah satu pedagang," ujarnya Senin 25 Mei 2026.
Proses pemadaman melibatkan lima unit armada yang terdiri dari Unit Banteng Mako Tandean, Unit Supply Mako Tandean, Unit Supply Pos Siaga Teluk Betung Utara, Unit Supply Pos Siaga Kedamaian, dan Unit Gajah Pos Siaga Teluk Betung Timur. Sebanyak 27 personel diterjunkan untuk mengendalikan api.
Petugas berhasil menyelesaikan proses pemadaman pada pukul 02.10 WIB setelah menghabiskan enam tangki air.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, titik awal api diduga berasal dari gangguan termis listrik di salah satu kios.
Petugas pasar, Idris (30), mengatakan bahwa api pertama kali terlihat dari kios milik Mbah Tria yang berjualan ikan asin.
“Api awalnya muncul dari termis listrik di kios milik Ibu/Mbah Tria. Saksi mata melihat adanya percikan api pada termis di kios tersebut yang kemudian menimbulkan kobaran api hingga semakin membesar,” ujar Idris.
Objek yang terdampak kebakaran meliputi satu kios permanen milik Rusli, pedagang sembako, dengan estimasi kerugian sekitar Rp15 juta berdasarkan keterangan pamong setempat.
Selain itu, enam kios non permanen ikut terdampak, dengan rincian empat kios terisi dan dua kios dalam keadaan kosong. Kios yang mengalami kerusakan meliputi milik Tuti (pedagang sembako), Wisnu (pedagang ayam), Abi (pedagang sembako), dan Mbah Tria (pedagang ikan asin). Total estimasi kerugian dari area kios mencapai Rp 35 juta.
Kebakaran juga menghanguskan total 20 lapak pasar yang terdiri dari 15 lapak aktif dan lima lapak kosong. Lapak yang terdampak berasal dari berbagai pedagang, diantaranya pedagang sembako, ayam, ikan basah, ikan tawar, ikan laut, tempe, jagung, hingga ikan asin.