Kebakaran Pasar Tempel Kuripan Bandar Lampung, Api Diduga Berasal dari Termis Listrik

Petugas berhasil menyelesaikan proses pemadaman pada pukul 02.10 WIB setelah menghabiskan enam tangki air.
Arif Setiawan - Senin, 25 Mei 2026 - 13:05 WIB
Petugas pemadam kebakaran melakukan penanganan kebakaran di Pasar Tempel Kuripan, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, yang menghanguskan sejumlah kios dan lapak pedagang
Petugas pemadam kebakaran melakukan penanganan kebakaran di Pasar Tempel Kuripan, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, yang menghanguskan sejumlah kios dan lapak pedagang - Poto damkar bandar Lampung

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG — Kebakaran melanda Pasar Tempel Kuripan yang berada di Jalan Dr. Setia Budi, RT 02, Lingkungan III, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, pada Minggu 24 Mei 2026 dini hari.

Laporan kejadian diterima oleh Mako Tendean pada pukul 00.07 WIB. Tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi dan unit pertama tercatat keluar dari pos pada pukul 00.08 WIB. Unit pertama tiba di lokasi pada pukul 00.10 WIB dengan waktu respons penanganan selama tiga menit.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung Anthoni Irawan mengatakan, pihaknya telah memadamkan api di pasar tempel Kuripan.

"Kami menerima laporan kebakaran pada pukul 00.07 WIB. Berdasarkan keterangan petugas pasar, api diduga berasal dari termis listrik di kios milik salah satu pedagang," ujarnya Senin 25 Mei 2026.

Advertisements

Proses pemadaman melibatkan lima unit armada yang terdiri dari Unit Banteng Mako Tandean, Unit Supply Mako Tandean, Unit Supply Pos Siaga Teluk Betung Utara, Unit Supply Pos Siaga Kedamaian, dan Unit Gajah Pos Siaga Teluk Betung Timur. Sebanyak 27 personel diterjunkan untuk mengendalikan api.

Petugas berhasil menyelesaikan proses pemadaman pada pukul 02.10 WIB setelah menghabiskan enam tangki air.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, titik awal api diduga berasal dari gangguan termis listrik di salah satu kios. 

Petugas pasar, Idris (30), mengatakan bahwa api pertama kali terlihat dari kios milik Mbah Tria yang berjualan ikan asin.

Advertisements

“Api awalnya muncul dari termis listrik di kios milik Ibu/Mbah Tria. Saksi mata melihat adanya percikan api pada termis di kios tersebut yang kemudian menimbulkan kobaran api hingga semakin membesar,” ujar Idris.

Objek yang terdampak kebakaran meliputi satu kios permanen milik Rusli, pedagang sembako, dengan estimasi kerugian sekitar Rp15 juta berdasarkan keterangan pamong setempat.

Selain itu, enam kios non permanen ikut terdampak, dengan rincian empat kios terisi dan dua kios dalam keadaan kosong. Kios yang mengalami kerusakan meliputi milik Tuti (pedagang sembako), Wisnu (pedagang ayam), Abi (pedagang sembako), dan Mbah Tria (pedagang ikan asin). Total estimasi kerugian dari area kios mencapai Rp 35 juta.

Kebakaran juga menghanguskan total 20 lapak pasar yang terdiri dari 15 lapak aktif dan lima lapak kosong. Lapak yang terdampak berasal dari berbagai pedagang, diantaranya pedagang sembako, ayam, ikan basah, ikan tawar, ikan laut, tempe, jagung, hingga ikan asin.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements