BANDAR LAMPUNG - Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Jumat, 11 September 2026. Harga emas Antam hari ini tercatat Rp2.600.000 per gram, turun Rp25.000 dari sebelumnya Rp2.625.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga buyback emas Antam. Harga beli kembali yang ditetapkan Logam Mulia turun Rp25.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.475.000 menjadi Rp2.450.000 per gram.
Dengan demikian, selisih antara harga jual emas Antam dan harga buyback pada hari ini mencapai Rp150.000 per gram.
Logam Mulia selama ini menetapkan dua jenis harga untuk emas batangan produksinya, yakni harga jual emas dan harga beli kembali atau buyback.
Harga jual merupakan harga yang harus dibayarkan saat membeli emas dari gerai Logam Mulia. Sementara itu, harga buyback merupakan harga yang berlaku ketika pemilik emas menjual kembali emasnya kepada Logam Mulia.
Sebagai gambaran, apabila investor membeli emas Antam hari ini dengan harga Rp2.600.000 per gram dan kemudian menjualnya kembali pada hari yang sama, emas tersebut akan dihargai berdasarkan harga buyback sebesar Rp2.450.000 per gram.
Artinya, terdapat selisih Rp150.000 per gram antara harga ketika membeli dan menjual kembali emas tersebut.
Perbedaan antara harga jual dan harga buyback atau spread tersebut perlu diperhatikan oleh investor yang ingin berinvestasi pada emas batangan. Tanpa memperhitungkan spread, investor berisiko keliru dalam menghitung potensi keuntungan maupun kerugian investasinya.
Dengan spread yang cukup besar, emas batangan cenderung lebih sesuai untuk investasi jangka panjang. Kenaikan harga emas dalam jangka panjang diharapkan dapat menutup selisih antara harga jual dan harga buyback sekaligus memberikan keuntungan bagi investor.
Sebagai ilustrasi, berikut gambaran potensi untung atau rugi apabila investor membeli emas Antam pada beberapa periode sebelumnya dan menjualnya berdasarkan harga buyback saat ini.
Investor yang membeli emas pada 4 September 2026 dengan harga Rp2.670.000 per gram mengalami kerugian 8,24 persen.
Pembelian pada 11 Agustus 2026 dengan harga Rp2.710.000 per gram mencatat kerugian 9,59 persen. Sementara pembelian pada 11 Juni 2026 dengan harga Rp2.689.000 per gram mengalami kerugian 8,89 persen.