BANDAR LAMPUNG — Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai berdampak terhadap aktivitas sejumlah usaha di Kota Bandar Lampung. Meski demikian, dampaknya terhadap penerimaan pajak parkir hingga saat ini dinilai belum signifikan.
Kepala Bidang Pajak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandar Lampung, Gunawan, mengatakan sejumlah tempat hiburan dan usaha yang menjalankan aktivitas di ruang terbuka atau outdoor terpaksa menghentikan kegiatan sementara akibat paparan abu vulkanik.
"Ada beberapa tempat yang outdoor tutup. Ya pasti," kata Gunawan, Jumat 11 September 2026.
Menurut Gunawan, kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi aktivitas ekonomi di sejumlah lokasi usaha, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan parkir. Namun, jumlah usaha yang terdampak masih terbatas sehingga belum memberikan pengaruh besar terhadap penerimaan pajak parkir Kota Bandar Lampung.
"Ada beberapa tempat yang outdoor yang tutup dan ini nggak banyak. Mudah-mudahan cepat pulih GAK," ujarnya.
Gunawan berharap kondisi akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau segera membaik sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat kembali berjalan normal.
Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau turut mengganggu sejumlah aktivitas masyarakat di Lampung, terutama kegiatan yang dilakukan di ruang terbuka. Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku usaha outdoor harus menyesuaikan kegiatan mereka untuk sementara waktu.
Di Bandar Lampung, pemerintah kota juga melakukan sejumlah langkah untuk menangani dampak abu vulkanik yang menutupi sejumlah ruas jalan. Salah satunya melalui penyemprotan jalan protokol guna membantu membersihkan abu dan menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Meski terdapat sejumlah usaha outdoor yang tutup sementara, Bapenda Kota Bandar Lampung menilai kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap sektor pajak parkir.
Aktivitas usaha menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi penerimaan pajak parkir. Ketika jumlah pengunjung dan kegiatan usaha menurun, aktivitas kendaraan yang menggunakan fasilitas parkir juga berpotensi ikut berkurang.
Namun, Gunawan memastikan dampak yang dirasakan sejauh ini masih relatif kecil karena penutupan hanya terjadi pada sejumlah usaha tertentu.
Ia berharap kondisi Gunung Anak Krakatau segera membaik agar tempat hiburan, usaha outdoor, serta aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung seperti biasa.