BANDAR LAMPUNG — Harga emas dunia melonjak hampir 8 juta VND per tael dalam dua hari terakhir. Berdasarkan kurs yang tercantum di bank, harga emas dunia kini setara dengan sekitar 145,7 juta VND per tael.
Pada perdagangan siang hari, harga jual emas batangan SJC berada di level 146,6 juta VND per tael, naik 600.000 VND dibandingkan harga sehari sebelumnya. Sementara itu, harga belinya juga meningkat menjadi 143,6 juta VND per tael.
Kenaikan serupa terjadi pada emas cincin 9999. Harga jualnya naik 600.000 VND menjadi 146,1 juta VND per tael, sedangkan harga beli mencapai 143,1 juta VND per tael.
Secara keseluruhan, harga emas dunia telah meningkat lebih dari 7,7 juta VND per tael dalam dua hari terakhir. Namun, harga emas batangan SJC hanya bertambah sekitar 3,9 juta VND per tael.
Di toko emas Mi Hong, harga jual emas 9999 tercatat 145,5 juta VND per tael, sedangkan harga belinya berada di 144 juta VND per tael. Harga tersebut naik 500.000 VND per tael dibandingkan hari sebelumnya.
Ancarat mencatat harga jual emas sebesar 146,6 juta VND per tael dan harga beli 143,6 juta VND per tael. Kenaikannya hanya 100.000 VND dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan harga emas dunia setelah dikonversi menggunakan kurs bank, harga emas domestik saat ini hanya sekitar 1,1 juta VND per tael lebih tinggi. Selisih tersebut menjadi salah satu yang terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Berbicara kepada surat kabar Tuoi Tre, pakar Tran Duy Phuong mengatakan bahwa harga emas domestik tidak sepenuhnya mengikuti kenaikan harga emas dunia karena daya beli masyarakat masih rendah.
Menurut Tran Duy Phuong, harga emas telah mengalami penurunan selama lebih dari setengah tahun sehingga masyarakat yang membeli emas pada harga tinggi mengalami kerugian cukup besar. Kondisi tersebut membuat calon pembeli masih ragu meskipun harga emas kembali mengalami kenaikan.
"Daya beli sudah lemah, dan sekarang, di bulan ketujuh kalender lunar, yang biasa dikenal sebagai 'bulan roh pengembara,' transaksi semakin lambat," ujar Tran Duy Phuong.
Ia juga menyoroti kenaikan suku bunga bank yang membuat masyarakat cenderung memilih menyimpan dana di rekening tabungan dibandingkan membeli emas.
Fenomena tersebut membuat pergerakan harga emas domestik menjadi tidak biasa. Selama bertahun-tahun, harga emas di pasar domestik umumnya berada sekitar 10 juta hingga 20 juta VND per tael di atas harga emas dunia. Namun, belakangan ini, sejumlah toko emas skala kecil justru menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan harga emas dunia setelah dikonversi ke mata uang lokal.