PESISIR BARAT – Paparan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian jajaran kepolisian di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar). Polsek Ngaras Polres Pesbar turun langsung ke lapangan dengan membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan, sekaligus mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak debu vulkanik.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di depan Mako Polsek Ngaras, Jalan Lintas Barat, Pekon Sukarame, Kecamatan Ngaras.
Sedikitnya 100 lembar masker kesehatan dibagikan personel kepolisian kepada masyarakat yang melintas maupun warga di sekitar lokasi kegiatan.
Kapolsek Ngaras IPTU Doni Dermawan Djunaidi, S.Psi., M.M., mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian sekaligus pelayanan kepolisian kepada masyarakat di tengah kondisi penyebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.
Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan debu, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap paparan abu vulkanik. Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, terutama pengguna kendaraan roda dua dan pejalan kaki, kami mengingatkan agar menggunakan masker sebagai perlindungan terhadap debu yang dapat masuk ke saluran pernapasan,” katanya.
Selain membagikan masker, personel Polsek Ngaras turut menyampaikan imbauan keselamatan kepada pengguna jalan. Kondisi berdebu dinilai dapat mengurangi kenyamanan berkendara dan dalam situasi tertentu berpotensi mengganggu jarak pandang.
Karena itu, masyarakat diminta tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi di lapangan dirasakan kurang aman.
“Dalam kegiatan tersebut, sejumlah personel Polsek Ngaras terlibat langsung. Mereka membagikan masker secara langsung kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mengikuti imbauan petugas selama kondisi berdebu,” jelasnya.
Dikatakannya, masyarakat diharapkan tidak menganggap remeh keberadaan abu vulkanik. Partikel debu yang terhirup dapat mengganggu kenyamanan hingga kesehatan saluran pernapasan.
Warga pun diminta mengutamakan perlindungan diri dengan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan serta memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas.
“Kami juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti perkembangan informasi dan imbauan dari petugas maupun instansi terkait. Apabila tidak ada keperluan mendesak, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama apabila kondisi udara terlihat berdebu,” katanya.