LAMPUNG BARAT – Aksi pencurian satu karung biji kopi kering di Pekon Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, viral di media sosial setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) beredar luas, termasuk melalui sejumlah grup WhatsApp.
Dalam rekaman CCTV berdurasi sekitar 1 menit 4 detik tersebut, terlihat seorang pria mendatangi rumah pengepul kopi. Pria itu sempat berdiri cukup lama di depan pintu sambil memperhatikan kondisi sekitar.
Setelah memastikan situasi, pria tersebut kemudian masuk ke dalam rumah dan membawa keluar satu karung berisi biji kopi kering. Karung tersebut diperkirakan memiliki berat sekitar 50 kilogram.
Rekaman aksi tersebut kemudian menyebar luas melalui berbagai platform media sosial dan grup WhatsApp. Video itu pun menjadi perhatian masyarakat di wilayah setempat.
Kasat Reskrim Polres Lampung Barat Iptu Rudy Prawira, S.H., M.H., membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan, pria yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut saat ini telah diamankan.
Namun, Rudy menegaskan bahwa pengamanan tersebut bukan hasil penangkapan oleh kepolisian. Menurutnya, setelah mengetahui rekaman CCTV telah beredar luas dan menjadi perhatian masyarakat, yang bersangkutan berinisiatif untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Pelaku sudah diamankan, tetapi bukan penangkapan. Karena mengetahui videonya sudah viral dan ramai, yang bersangkutan berinisiatif untuk menyelesaikan persoalan tersebut," kata Rudy.
Terkait proses selanjutnya, Rudy mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penanganan terhadap perkara tersebut. Perkembangan lebih lanjut, kata dia, akan disampaikan kemudian.
"Untuk proses lanjutan nanti kita informasikan," ujarnya.
Sementara itu, Peratin Kegeringan Sofyan membenarkan adanya kejadian pencurian biji kopi tersebut. Dia mengatakan, setelah kejadian diketahui dan rekaman CCTV beredar, pihak yang diduga sebagai pelaku dan korban sepakat membicarakan penyelesaian melalui jalur kekeluargaan.
"Iya. Antara pelaku dan korban sepakat untuk melakukan rembuk dan menyelesaikannya secara kekeluargaan," kata Sofyan.
Sofyan menambahkan, pria yang diduga sebagai pelaku tersebut berasal dari Sukau dan kini menetap di wilayah Desa Kotabatu, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.