PESISIR BARAT – Tim SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap Sahroni (45), nelayan asal Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), yang dilaporkan hilang setelah mengalami kecelakaan perahu jukung di perairan Pekon Walur, Kecamatan Krui Selatan.
Memasuki hari kedua, pencarian dilakukan dengan memperluas penyisiran di perairan dan sepanjang pesisir pantai. Tim SAR gabungan membagi personel menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk mengoptimalkan pencarian berdasarkan peta prediksi lokasi korban.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat, Herdy Wilismar, mengatakan setiap SRU memiliki sektor pencarian masing-masing dengan metode dan jangkauan berbeda.
“Pada hari kedua ini, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. Pencarian dilakukan menggunakan perahu nelayan, perahu karet, serta penyisiran di sepanjang pantai untuk memperluas area pencarian,” ujar Herdy.
Operasi pencarian diawali dengan pengarahan personel pada pukul 07.00 WIB. Setelah itu, masing-masing SRU bergerak menuju sektor yang telah ditentukan berdasarkan peta prediksi SAR.
SRU pertama melakukan penyisiran menggunakan perahu nelayan dengan jangkauan sekitar lima mil laut. SRU kedua dikerahkan menggunakan perahu karet dengan jangkauan serupa, yakni sekitar lima mil laut.
Sementara itu, SRU ketiga melakukan penyisiran di sepanjang pantai sejauh kurang lebih tiga kilometer ke arah Pantai Labuhan Jukung.
Herdy menjelaskan, keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasi pencarian. Selain personel SAR dan BPBD Pesbar, aparat terkait, masyarakat, serta nelayan setempat turut membantu upaya menemukan korban.
“Seluruh unsur yang terlibat terus berkoordinasi dan melakukan pencarian sesuai pembagian sektor masing-masing. Kami berharap upaya ini dapat membuahkan hasil, sehingga korban segera ditemukan,” katanya.
Operasi pencarian melibatkan personel dari sejumlah instansi, yakni enam personel Tim Rescue Unit Siaga SAR Pesisir Barat, 10 personel BPBD Pesbar, tiga personel Polairud Pesbar, dua personel Polairud Polda Lampung, empat personel Satpol PP Pesbar, serta delapan personel Pamapta dan Sabhara. Masyarakat dan nelayan setempat juga ikut terlibat dalam pencarian.
Untuk mendukung operasi, tim mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya satu set perahu karet beserta motor penggerak, satu unit truk personel, satu unit kendaraan Rescue D-Max, tiga unit alat komunikasi, perlengkapan alat pelindung diri (APD), serta dua set peralatan selam dan perlengkapan pendukung lainnya.