Dinas PUPR Lampung Barat Ingatkan Warga Waspadai Retakan Tanah Jelang Musim Hujan

PUPR Lampung Barat Ingatkan Retakan Tanah Bisa Picu Longsor, Warga Diminta Waspadai Banjir Saat Musim Hujan
Lusiana Purba - Kamis, 01 Okt 2026 - 16:45 WIB
Dinas PUPR Lampung Barat mengingatkan masyarakat mewaspadai retakan tanah, tanah bergerak, saluran drainase tersumbat serta potensi longsor dan banjir saat memasuki musim penghujan.
Dinas PUPR Lampung Barat mengingatkan masyarakat mewaspadai retakan tanah, tanah bergerak, saluran drainase tersumbat serta potensi longsor dan banjir saat memasuki musim penghujan. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Memasuki masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan, masyarakat Kabupaten Lampung Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana tanah longsor dan banjir.

Imbauan tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Barat.

Kondisi geografis Lampung Barat yang didominasi wilayah perbukitan serta memiliki sejumlah kawasan dengan struktur tanah labil membuat beberapa wilayah rawan mengalami longsor maupun banjir ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Kepala Dinas PUPR Lampung Barat Mia Miranda, S.T., mengatakan, kondisi tanah setelah melalui periode kemarau panjang perlu menjadi perhatian. Kekeringan dapat menyebabkan perubahan fisik tanah, termasuk munculnya retakan yang berpotensi menjadi jalur masuknya air saat hujan turun.

Advertisements

"Ketika memasuki musim penghujan, air dapat masuk melalui retakan tanah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan air di dalam tanah dan menurunkan kekuatan tanah, sehingga berpotensi memicu terjadinya longsor," kata Mia, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan pada kawasan permukiman yang berada di dekat tebing maupun lereng.

Selain ancaman longsor, banjir dan genangan juga berpotensi terjadi akibat berkurangnya kapasitas saluran drainase. Selama musim kemarau, saluran dengan debit air rendah memungkinkan lumpur, pasir, sampah hingga tumbuhan liar menumpuk dan mengendap.

"Ketika hujan deras turun, kapasitas saluran yang sudah menyempit akibat sedimentasi tidak mampu menampung dan mengalirkan air secara optimal. Akibatnya, air dapat meluap ke jalan maupun permukiman," jelasnya.


Advertisements

Karena itu, Mia mengimbau para camat, peratin dan masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik longsor, tanda-tanda tanah bergerak maupun potensi banjir di wilayah masing-masing.

Laporan dapat disampaikan secara tertulis, lisan maupun melalui WhatsApp kepada Pemkab Lampung Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau Dinas PUPR.

"Laporan dari camat, lurah, peratin dan masyarakat tentunya sangat membantu kami karena kami tidak mempunyai juru jalan," ujar Mia.

Mia memastikan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai prosedur dan tingkat urgensinya.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements