Penanganan diawali dengan survei lokasi untuk mengetahui kondisi lapangan sekaligus menentukan jenis penanganan yang diperlukan.
"Setelah dilakukan survei, akan ditentukan penanganannya, apakah bersifat darurat atau permanen. Selanjutnya disiapkan alat, material dan tenaga kerja sesuai tingkat urgensi, kondisi eksisting di lapangan serta kemampuan anggaran. Kami juga akan berkoordinasi dengan peratin setempat," terangnya.
Di sisi lain, Mia meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana. Langkah sederhana seperti membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing dinilai penting untuk memperlancar aliran air ketika hujan turun.
Masyarakat yang tinggal di wilayah tebing atau lereng juga diimbau membuat saluran air sementara maupun terasering. Langkah tersebut bertujuan agar aliran air tidak tertahan dan tidak langsung menggerus permukaan tanah.
"Partisipasi semua pihak menjadi kunci dalam menghadapi musim penghujan. Mari bersama-sama menjaga saluran drainase dan lingkungan masing-masing agar risiko banjir maupun longsor dapat diminimalkan," pungkas Mia.
Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak dini, Pemkab Lampung Barat berharap potensi bencana selama musim penghujan dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan lancar.