LAMPUNG BARAT – Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, memicu tanah longsor di ruas jalan nasional lintas Liwa, Senin (27/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Longsor terjadi di dekat permukiman warga, tepatnya di Pemangku Sunjaya, Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau. Material tanah menutup sebagian badan jalan sehingga kendaraan hanya dapat melintas melalui sekitar separuh badan jalan yang tersisa.
Camat Sekincau Heptanius, S.P., saat dikonfirmasi di lokasi mengatakan, longsor terjadi setelah hujan mengguyur wilayah tersebut.
“Longsor terjadi pada Senin (27/9) sekitar pukul 16.00 WIB, setelah turun hujan di wilayah Sekincau. Lokasinya berada di jalan nasional lintas Liwa, dekat permukiman warga, tepatnya di Pemangku Sunjaya, Pekon Giham Sukamaju,” kata Heptanius.
Menurut Heptanius, longsoran memiliki panjang sekitar 20 meter dengan kedalaman kurang lebih 15 meter. Kondisi tersebut menyebabkan badan jalan yang dapat digunakan kendaraan menjadi terbatas.
“Akibat longsor, hanya sekitar separuh badan jalan yang masih bisa digunakan untuk melintas. Untuk panjang longsoran kurang lebih 20 meter dengan kedalaman sekitar 15 meter,” jelasnya.
Heptanius memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian harta benda dalam kejadian tersebut. Meski demikian, pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi lokasi, terutama ketika hujan kembali turun.
“Korban jiwa maupun harta benda nihil. Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati ketika melintas di lokasi longsor,” ujarnya.
Sebagai langkah penanganan awal, aparat pekon bersama pihak kecamatan dan anggota Polsek Sekincau telah turun ke lokasi.
Petugas memberikan imbauan kepada pengguna jalan sekaligus memasang rambu-rambu peringatan sementara di sekitar titik longsor. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan akibat kondisi badan jalan yang menyempit.
“Untuk penanganan sementara, aparat pekon, kecamatan dan anggota Polsek memberikan imbauan kepada pengguna jalan serta memasang rambu-rambu peringatan sementara agar pengendara lebih berhati-hati saat melintasi lokasi tersebut,” pungkas Heptanius.