PESISIR BARAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi bohong atau hoaks yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak langsung menyebarluaskan informasi yang sumber maupun kebenarannya belum dapat dipastikan.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian di wilayah Pesisir Barat yang dilaporkan terdampak sebaran abu vulkanik.
Pemerintah Provinsi Lampung sebelumnya turut mengingatkan masyarakat agar hanya mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan pemerintah maupun instansi berwenang.
Kepala BPBD Pesbar Herdy Wilismar meminta masyarakat lebih bijak dalam menerima berbagai informasi, terutama yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun video yang belum terverifikasi.
“Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai, apalagi menyebarkannya kepada orang lain,” ungkapnya.
Herdy mengingatkan masyarakat agar mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi pemerintah dan instansi yang memiliki kewenangan dalam melakukan pemantauan aktivitas gunung api.
Sementara itu, Badan Geologi juga telah mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi dan video mengenai Gunung Anak Krakatau yang belum terverifikasi.
BPBD Pesbar menegaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat. Karena itu, warga diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu panik.
Masyarakat juga diminta mengedepankan informasi resmi sebagai rujukan utama dalam menyikapi setiap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dengan demikian, kewaspadaan terhadap potensi bencana tetap berjalan, tetapi tidak dibarengi kepanikan akibat informasi yang belum terbukti kebenarannya. (*)