Tekan Angka Stunting, Lampung Barat Perkuat Pendampingan Keluarga Berisiko

Lampung Barat Perkuat Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting dan Benahi Distribusi Alat Kontrasepsi untuk Optimalkan Pelayanan KB
Lusiana Purba - Selasa, 13 Okt 2026 - 16:08 WIB
Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung bersama Dinas PPKBPPPA Kabupaten Lampung Barat menggelar Rakor Stunting dan Diskusi Partisipatif Tata Kelola Distribusi Alokon di Aula Rumah Makan Sabah Bekhak, Selasa (13/10).
Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung bersama Dinas PPKBPPPA Kabupaten Lampung Barat menggelar Rakor Stunting dan Diskusi Partisipatif Tata Kelola Distribusi Alokon di Aula Rumah Makan Sabah Bekhak, Selasa (13/10). - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

 

LAMPUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting (KRS).

Selain memastikan keluarga sasaran mendapatkan pendampingan, pemerintah juga mendorong perbaikan tata kelola distribusi alat dan obat kontrasepsi (alokon) guna mendukung pelayanan keluarga berencana (KB) yang tepat sasaran.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Stunting dan Diskusi Partisipatif Tata Kelola Distribusi Alokon yang digelar Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Selasa (13/10).

Advertisements

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Makan Sabah Bekhak, Pekon Sebarus, Kecamatan Balikbukit, itu diikuti 76 peserta dari berbagai unsur. Peserta di antaranya Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Ni Putu Merida, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA), Dinas Kesehatan, penyuluh KB, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta petugas pencatatan dan pelaporan (RR) dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan praktik mandiri bidan (PMB).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PPKBPPPA Lampung Barat, Budi Kurniawan, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan satu perangkat daerah, tetapi memerlukan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Menurutnya, pendampingan keluarga menjadi langkah penting untuk memastikan keluarga berisiko stunting memperoleh perhatian dan dukungan sesuai kebutuhan. Karena itu, jangkauan pendampingan perlu terus diperluas agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

Penanganan stunting, lanjutnya, harus didukung pembagian peran yang jelas dan pelaksanaan program secara optimal. Dengan koordinasi lintas sektor yang semakin kuat, keluarga berisiko diharapkan dapat terjangkau oleh pendampingan yang lebih efektif dan tepat sasaran.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Selain membahas percepatan penurunan stunting, rakor tersebut menyoroti tata kelola distribusi alokon. Ketersediaan alat dan obat kontrasepsi perlu diimbangi dengan pengelolaan distribusi, pemantauan, serta pelaporan yang tertib agar kebutuhan pelayanan KB di setiap fasilitas kesehatan dapat diketahui dengan baik.

Salah satu instrumen yang dibahas adalah pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Rantai Pasok Alat dan Obat Kontrasepsi (SIRIKA). Sistem ini digunakan untuk mendukung pencatatan dan pelaporan distribusi alokon secara tepat waktu sehingga pengelolaannya dapat berjalan lebih terarah.

Peran petugas RR di fasyankes dan PMB juga menjadi perhatian, terutama dalam memastikan data distribusi dan pelaporan tercatat secara akurat. Ketertiban administrasi tersebut diperlukan untuk membantu pemantauan ketersediaan alokon sekaligus mendukung pelayanan KB sesuai kebutuhan masyarakat.

Melalui rakor dan diskusi partisipatif ini, sinergi antara BKKBN, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan semakin kuat. Pendampingan keluarga berisiko stunting pun diharapkan semakin luas, sementara tata kelola distribusi alokon dapat berjalan lebih efektif untuk menunjang pelayanan KB di Kabupaten Lampung Barat. 

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 BANK LAMPUNG HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements