BANDAR LAMPUNG – Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui Logam Mulia naik Rp4.000 per gram pada Jumat 16 Oktober 2026.
Harga emas yang sebelumnya Rp2.561.000 per gram kini menjadi Rp2.565.000 per gram.
Sejalan dengan kenaikan harga jual, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga meningkat Rp5.000 per gram. Harga buyback naik dari Rp2.370.000 menjadi Rp2.375.000 per gram.
Dengan demikian, selisih antara harga jual emas Antam dan harga buyback pada hari ini mencapai Rp190.000 per gram.
Antam menetapkan dua jenis harga untuk produk emas batangannya, yakni harga jual dan harga beli kembali atau buyback. Harga jual merupakan harga yang harus dibayarkan konsumen saat membeli emas dari gerai Logam Mulia. Sementara itu, harga buyback adalah harga yang berlaku ketika konsumen menjual kembali emasnya kepada Logam Mulia.
Sebagai ilustrasi, jika seseorang membeli emas Antam pada Jumat pagi dengan harga Rp2.565.000 per gram, kemudian menjualnya kembali pada hari yang sama, nilai yang diterima berdasarkan harga buyback adalah Rp2.375.000 per gram. Artinya, terdapat selisih Rp190.000 per gram yang perlu diperhitungkan sebelum mengambil keputusan investasi.
Perbedaan harga jual dan buyback tersebut menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan calon investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan selisih harga atau spread, investor berisiko keliru dalam menghitung potensi keuntungan maupun kerugian.
Besarnya spread membuat investasi emas batangan cenderung lebih sesuai untuk tujuan jangka panjang. Investor berharap kenaikan harga emas pada masa mendatang dapat melampaui selisih harga jual dan buyback sehingga investasi berpotensi menghasilkan keuntungan.
Untuk memberikan gambaran mengenai potensi untung dan rugi, berikut simulasi kinerja investasi emas Antam berdasarkan harga pembelian pada sejumlah periode sebelumnya, dengan mengacu pada harga buyback Rp2.375.000 per gram pada 16 Oktober 2026.
Pembelian emas pada 9 Oktober 2026 dengan harga Rp2.572.000 per gram mencatat kerugian sebesar 7,66%. Sementara itu, pembelian pada 16 September 2026 dengan harga Rp2.593.000 per gram menghasilkan kerugian 8,41%.
Investor yang membeli emas pada 16 Juli 2026 dengan harga Rp2.633.000 per gram mengalami kerugian 9,80%. Adapun pembelian pada 16 April 2026 dengan harga Rp2.888.000 per gram mencatat kerugian 17,76%.
Untuk periode 16 Januari 2026, ketika harga emas berada di Rp2.669.000 per gram, potensi kerugian tercatat sebesar 11,02%. Sementara itu, pembelian pada 16 Oktober 2025 dengan harga Rp2.407.000 per gram menghasilkan kerugian 1,33%.