BANDAR LAMPUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung telah menyalurkan 3.465.000 liter air bersih kepada masyarakat selama Januari hingga 15 Oktober 2026.
Bantuan tersebut menjangkau 6.369 kepala keluarga (KK) atau 21.548 jiwa di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan air.
“Berdasarkan data kami, sampai 15 Oktober 2026, total air bersih yang sudah disalurkan mencapai 3.465.000 liter,” kata Idham, Jumat 16 Oktober 2026.
Berdasarkan rekapitulasi BPBD, distribusi air bersih tersebut dilakukan menggunakan 693 unit mobil pengiriman air. Volume penyaluran meningkat sejak Juli 2026 dan mencapai angka tertinggi pada September.
Pada Juli 2026, BPBD menyalurkan 190.000 liter air bersih menggunakan 38 unit mobil. Bantuan tersebut menjangkau 883 KK atau 3.142 jiwa.
Jumlah distribusi meningkat pada Agustus menjadi 650.000 liter melalui 130 unit mobil pengiriman. Bantuan itu disalurkan kepada 1.730 KK atau 5.315 jiwa.
Peningkatan paling besar tercatat pada September 2026. BPBD menyalurkan 1.580.000 liter air bersih menggunakan 316 unit mobil untuk memenuhi kebutuhan 1.786 KK atau 6.494 jiwa.
Sementara itu, selama periode 1–15 Oktober 2026, BPBD Bandar Lampung telah mendistribusikan 910.000 liter air bersih melalui 182 unit mobil. Penyaluran tersebut menjangkau 1.360 KK atau 4.741 jiwa.
Sebelum peningkatan distribusi pada pertengahan tahun, volume penyaluran air bersih tercatat lebih rendah. Pada Januari 2026, BPBD menyalurkan 40.000 liter air bersih kepada 258 KK atau 685 jiwa.
Pada Februari, jumlah air bersih yang disalurkan mencapai 30.000 liter. Volume tersebut kemudian tercatat sebanyak 25.000 liter pada Maret, 15.000 liter pada April, 5.000 liter pada Mei, dan 20.000 liter pada Juni.
Idham mengatakan, pendistribusian air bersih merupakan bagian dari upaya BPBD untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air. Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga di wilayah terdampak.