Mineral Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Menyuburkan Tanah Lambar

Abu vulkanik Anak Krakatau yang mencapai Lampung Barat memiliki kandungan mineral dan silika, tetapi tidak bisa langsung digunakan sebagai pupuk.
Rinto Arius - Senin, 07 Sep 2026 - 07:52 WIB
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Lambar, Ternyata Mengandung Mineral untuk Kesuburan Tanah
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Lambar, Ternyata Mengandung Mineral untuk Kesuburan Tanah - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang mencakup sejumlah wilayah Sumatera dan Jawa turut menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Lampung Barat.

Di balik dampak yang ditimbulkan, material vulkanik tersebut ternyata memiliki potensi sebagai sumber mineral alami bagi tanah.

Pemerhati perkebunan kopi di Kecamatan Air Hitam, Ketut, menjelaskan, abu vulkanik mengandung sejumlah mineral yang dibutuhkan tanaman. Beberapa di antaranya adalah silika, magnesium, kalium, aluminium, kalsium, sulfur serta unsur lainnya.

“Abu vulkanik mengandung beberapa unsur yang dibutuhkan oleh tanaman, antara lain silika, magnesium, kalium, aluminium dan unsur lainnya. Mayoritas kandungan abu vulkanik adalah silika,” jelas Ketut.

Advertisements

Menurutnya, abu vulkanik yang mengendap di permukaan tanah dapat menjadi sumber mineral alami. Dalam jangka waktu tertentu, material tersebut berpotensi menambah unsur mineral di dalam tanah, termasuk pada lahan perkebunan kopi.

“Kalau dilihat dari kandungannya, abu vulkanik memang memiliki sejumlah mineral yang dibutuhkan tanaman. Karena itu, keberadaan abu vulkanik yang menempel di permukaan tanah tidak selalu harus dilihat sebagai sesuatu yang merugikan. Dalam kondisi dan jumlah tertentu, material tersebut dapat memberikan tambahan mineral bagi tanah,” ujarnya.

Ketut memperkirakan sebaran abu vulkanik yang mencapai wilayah Lampung Barat berada di kisaran 10 gram per meter persegi. Jika dikonversikan ke luasan satu hektare, jumlah tersebut setara sekitar 100 kilogram abu vulkanik.

“Perkiraannya sekitar 10 gram per meter persegi. Kalau dihitung dalam satu hektare, jumlahnya kurang lebih mencapai 100 kilogram abu vulkanik,” katanya.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Ia menyebut komposisi abu vulkanik secara umum didominasi silika atau SiOâ‚‚. Pada sejumlah material vulkanik, kandungan silika bahkan dapat mencapai lebih dari 80 persen.

“Silika menjadi kandungan utama. Sebagai gambaran, pada abu vulkanik Gunung Sinabung, kandungan silikanya tercatat sekitar 84,72 persen. Selain silika, terdapat pula aluminium oksida, kalsium oksida, sulfur, kalium oksida, magnesium oksida dan fosfor pentoksida,” terang Ketut.

Selain silika, komponen lain juga memiliki persentase yang bervariasi tergantung karakteristik dan aktivitas gunung api.

Kandungan aluminium oksida (Alâ‚‚O₃), misalnya, dapat berada pada kisaran 1,8 persen hingga 15,9 persen. Sementara kalsium oksida (CaO) berkisar sekitar 0,22 persen hingga 10–17 persen.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements