Salat Istisqa di Az Zahra, Kapolresta Bandar Lampung Ajak Siswa Perkuat Akhlak

Kapolresta Bandar Lampung Eko Bagus Riyadi menghadiri Salat Istisqa di Az Zahra sekaligus mengingatkan siswa menjauhi tawuran.
Krisna Jeri - Selasa, 20 Okt 2026 - 15:09 WIB
Salat Istisqa di Sekolah Islam Az Zahra menjadi momentum pembinaan karakter dan pencegahan kenakalan remaja.
Salat Istisqa di Sekolah Islam Az Zahra menjadi momentum pembinaan karakter dan pencegahan kenakalan remaja. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG — Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Eko Bagus Riyadi menghadiri kegiatan Salat Istisqa di Sekolah Islam Az Zahra, Bandar Lampung, Selasa 20 Oktober 2026 pagi. 

Selain menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan pembinaan karakter kepada para pelajar.

Dalam kesempatan itu, Eko Bagus mengajak siswa SMP Islam Az Zahra membangun kepribadian yang berakhlak, disiplin, dan berprestasi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pergaulan agar tidak terjerumus dalam berbagai perilaku negatif yang dapat menghambat masa depan.

Advertisements

Di hadapan siswa kelas VII, VIII, dan IX, Kapolresta menyoroti sejumlah persoalan di kalangan remaja, mulai dari tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkoba, hingga perundungan atau bullying.

Menurutnya, keberanian seorang pelajar tidak ditentukan oleh kemampuan berkelahi atau menakut-nakuti orang lain.

Sebaliknya, sikap saling menghormati, kepedulian, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat merupakan bagian penting dari karakter generasi muda.

“Anak yang hebat bukan anak yang ditakuti teman-temannya, tetapi anak yang mampu menghormati, melindungi, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Jangan sampai masa depan rusak hanya karena emosi sesaat atau mengikuti ajakan teman,” pesan Eko Bagus.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Eko Bagus menjelaskan bahwa tawuran antarpelajar dapat bermula dari persoalan sepele yang kemudian membesar akibat provokasi dan ketidakmampuan mengendalikan emosi.

Perselisihan karena saling mengejek, tantangan melalui grup percakapan, hingga perdebatan di media sosial dapat memicu konflik apabila tidak disikapi dengan bijak.

Karena itu, ia meminta para siswa untuk tidak mudah terpancing emosi maupun mengikuti ajakan teman yang mengarah pada kekerasan.

Para pelajar diharapkan mampu menyelesaikan perbedaan secara damai dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan terhadap masa depan mereka.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 BANK LAMPUNG HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements