Kapolresta juga menekankan pentingnya keberanian untuk menolak ajakan yang bertentangan dengan aturan dan nilai-nilai positif, meskipun keputusan tersebut membuat seseorang berbeda dari kelompok pertemanannya.
Selain mencegah tawuran, Eko Bagus mengingatkan para siswa agar menjauhi narkoba serta tidak menyalahgunakan obat-obatan.
Ia meminta pelajar membekali diri dengan pemahaman yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang berisiko.
Perhatian juga diberikan pada persoalan perundungan, baik yang terjadi secara langsung di lingkungan sekolah maupun melalui media sosial.
Para siswa diminta tidak menjadikan kondisi fisik, latar belakang keluarga, atau kekurangan seseorang sebagai bahan ejekan.
Eko menegaskan bahwa setiap pelajar memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan pertemanan yang aman dan saling menghargai.
“Kalau kalian tidak ingin dihina, jangan menghina. Kalau melihat teman menjadi korban bullying atau mengetahui rencana tawuran, jangan diam. Sampaikan kepada guru, orang tua, atau pihak kepolisian agar bisa dicegah sebelum menimbulkan masalah yang lebih besar,” ujarnya.
Ia juga mendorong para siswa untuk berani melaporkan potensi konflik maupun tindakan perundungan kepada pihak yang dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Dalam pembinaan tersebut, Eko Bagus turut mengajak para pelajar menghormati orang tua dan guru, tekun belajar, membiasakan kejujuran, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan.
Menurutnya, keberhasilan generasi muda tidak cukup diukur melalui pencapaian akademik.
Akhlak, kedisiplinan, kepedulian terhadap sesama, dan kemampuan menjaga diri dari pengaruh negatif juga menjadi bekal penting untuk menghadapi masa depan.
Pembentukan karakter sejak usia sekolah dinilai perlu mendapat dukungan bersama dari keluarga, tenaga pendidik, dan lingkungan masyarakat.