Ia menilai, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, sekaligus memperdalam pemahaman serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ bukan sekadar ajang untuk meraih piala atau menjadi juara, tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Kami berharap para peserta dapat terus mengembangkan kemampuan, memperkuat hafalan, memperbaiki kualitas bacaan, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan,” ujarnya.
Irawan juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), para pelatih, pembina, official, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kafilah Pesisir Barat.
Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar potensi peserta dapat berkembang secara optimal. Karena itu, pembinaan Al-Qur’an di daerah tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ, tetapi terus berlanjut melalui berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelatih, pembina, official, LPTQ, dan pihak-pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kafilah ini. Mudah-mudahan segala upaya yang telah dilakukan membuahkan hasil yang membanggakan. Yang tidak kalah penting, pembinaan Al-Qur’an harus terus berlanjut agar semakin banyak generasi muda Pesisir Barat yang mencintai, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an,” katanya.
Sebagai daerah yang dikenal dengan identitas Negeri Para Sai Batin dan Ulama, Kabupaten Pesisir Barat diharapkan terus menjaga nilai-nilai keagamaan dan adat istiadat yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.