LAMPUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat mulai menyiapkan langkah pembenahan tata kelola pendidikan melalui penerapan Sekolah Integritas. Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) segera menyusun langkah konkret agar sekolah menerapkan pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Instruksi tersebut disampaikan Parosil saat melakukan kunjungan studi tiru ke SMP Negeri 27 Semarang, Kamis (5/11/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Lampung Barat mempelajari praktik baik pengelolaan sekolah yang mengedepankan keterbukaan, pengawasan, serta pembentukan karakter peserta didik.
Parosil menegaskan, penerapan Sekolah Integritas tidak boleh berhenti sebagai program atau slogan. Menurutnya, nilai-nilai integritas harus menjadi budaya yang melekat dalam seluruh aktivitas pendidikan.
Salah satu hal mendasar yang menjadi perhatian adalah transparansi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Parosil meminta penggunaan anggaran dapat diketahui dan diawasi oleh pihak-pihak terkait sehingga ruang bagi terjadinya praktik penyimpangan dapat diminimalkan.
Selain pengelolaan anggaran, pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan sekolah juga perlu diperkuat dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga pendidik, peserta didik, hingga orang tua siswa.
"Apa yang kita bawa pulang bukan sekadar oleh-oleh studi tiru, tetapi sistem yang akan kita terapkan. Kalau Semarang bisa, Lampung Barat juga harus bisa," tegas Parosil.
Menurut Parosil, terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam penerapan Sekolah Integritas, yakni:
Transparansi tata kelola sekolah, termasuk pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program pendidikan.
Memberikan ruang kepada siswa untuk menyampaikan aspirasi sekaligus ikut membangun budaya pengawasan di lingkungan sekolah.
Membangun keteladanan kepala sekolah dan guru sebagai figur yang menjadi panutan bagi peserta didik.
Parosil menilai pendidikan integritas tidak cukup hanya disampaikan melalui materi pembelajaran di ruang kelas. Nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan keterbukaan harus ditunjukkan secara langsung oleh seluruh warga sekolah dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, sebagai tindak lanjut kunjungan studi tiru tersebut, Parosil meminta Disdikbud Lampung Barat segera menyusun peta jalan atau roadmap penerapan Sekolah Integritas.