Program tersebut direncanakan mulai diterapkan melalui sejumlah SMP sebagai sekolah percontohan pada tahun ajaran mendatang. Keberadaan sekolah percontohan diharapkan menjadi tahap awal untuk menguji sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program sebelum diterapkan secara lebih luas di seluruh satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan menyambut baik kunjungan Pemkab Lampung Barat. Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMPN 27 Semarang Sutadi, M.Pd., turut memaparkan praktik penerapan sekolah berintegritas.
Menurut Sutadi, keberhasilan membangun sekolah berintegritas tidak terlepas dari pembiasaan karakter, keteladanan guru, serta penerapan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Parosil berharap hasil studi tiru tersebut dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan perubahan dalam dunia pendidikan di Lampung Barat. Ia ingin sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan prestasi siswa, tetapi juga mampu membentuk generasi yang jujur, berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab.
Melalui penerapan Sekolah Integritas, Pemkab Lampung Barat menargetkan terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan terbuka, sekaligus memiliki komitmen kuat dalam mencegah praktik penyimpangan sejak dini.(*)