17 Sapi Kurban di Pesisir Barat Ditemukan Cacingan, DKPPP Pastikan Aman Dikonsumsi

DKPPP Pesisir Barat memastikan hewan kurban tetap layak konsumsi meski ditemukan kasus cacingan pada sejumlah sapi dan kambing.
Yayan Prantoso - Kamis, 28 Mei 2026 - 13:42 WIB
DKPPP Pesbar melakukan pemantauan dan pemeriksaan daging kurban. .
DKPPP Pesbar melakukan pemantauan dan pemeriksaan daging kurban. . - Foto dok. DKPPP Pesbar

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARAT – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Pesisir Barat memastikan hewan kurban yang dipotong selama Idul Adha 1447 Hijriah masih dalam kondisi layak konsumsi, meski sebagian ditemukan terindikasi cacingan saat pemeriksaan kesehatan hewan.

Berdasarkan rekapitulasi sementara pemotongan hewan kurban pada Rabu-Kamis, 27–28 Mei 2026, sebanyak 128 ekor hewan kurban telah diperiksa petugas kesehatan hewan DKPPP Pesisir Barat. Jumlah tersebut terdiri dari 82 ekor sapi, 41 ekor kambing, tiga ekor domba, dan dua ekor kerbau.

Dari total 82 ekor sapi yang diperiksa, sebanyak 65 ekor dinyatakan sehat, sedangkan 17 ekor lainnya ditemukan mengalami cacingan. Sementara itu, dari 41 ekor kambing yang diperiksa, terdapat 39 ekor sehat dan dua ekor terindikasi cacingan. Adapun tiga ekor domba dan dua ekor kerbau seluruhnya dinyatakan sehat.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Pesisir Barat, Rahmat Nursan, mengatakan temuan cacingan pada sejumlah hewan kurban masih dalam batas yang dapat ditangani dan tidak membahayakan masyarakat selama daging diolah dengan benar sebelum dikonsumsi.

Advertisements

“Hewan yang ditemukan cacingan tetap layak dikonsumsi dengan catatan daging maupun bagian lainnya harus dimasak atau direbus dengan benar hingga matang sempurna,” katanya.

Menurut Rahmat, cacingan yang ditemukan petugas umumnya berada pada organ tertentu dan bukan berarti seluruh bagian hewan tidak layak dikonsumsi. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik terhadap temuan tersebut.

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan secara menyeluruh, baik sebelum maupun sesudah pemotongan. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan, organ dalam, hingga bagian tertentu yang berpotensi terpapar penyakit maupun parasit.

Rahmat menegaskan, pemeriksaan post mortem atau setelah penyembelihan sangat penting dilakukan guna memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Advertisements

“Jika ditemukan organ yang terindikasi cacingan atau tidak layak konsumsi, petugas akan langsung merekomendasikan pemisahan dan pemusnahan bagian tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, petugas DKPPP melakukan pemeriksaan langsung di sejumlah titik pemotongan hewan kurban untuk memastikan kondisi hewan sehat dan aman.

“Kami melakukan pemeriksaan langsung di sejumlah titik pemotongan hewan kurban untuk memastikan kondisi hewan sehat dan aman. Jika ada organ yang tidak layak, maka langsung kami sarankan untuk dibuang dan tidak dikonsumsi,” jelasnya.

Menurutnya, kasus cacingan pada hewan ternak masih cukup umum ditemukan, terutama pada ternak yang pola pemeliharaannya belum optimal atau kurang mendapatkan penanganan kesehatan secara rutin. Namun demikian, kondisi tersebut masih dapat dicegah melalui pemberian obat cacing dan perawatan ternak yang baik.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Idul Adha 3 Idul Adha 2 Idul Adha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements