Realisasi PKB Pesisir Barat Baru 17,36 Persen, BBNKB Hampir Capai Target

UPTD Samsat Krui terus mengoptimalkan pelayanan dan mengajak masyarakat taat membayar pajak kendaraan demi mendukung pembangunan daerah.
Yayan Prantoso - Rabu, 01 Jul 2026 - 16:04 WIB
Kantor Samsat Krui Pesisir Barat.
Kantor Samsat Krui Pesisir Barat. - Foto : Romdani

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARAT – Realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kabupaten Pesisir Barat hingga pertengahan 2026 masih tergolong rendah. Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah IX Samsat Krui, capaian PKB baru mencapai 17,36 persen dari target tahunan. Sebaliknya, penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) justru hampir memenuhi target dengan realisasi mencapai 82,39 persen.

Melihat kondisi tersebut, UPTD Wilayah IX Samsat Krui terus mengoptimalkan pelayanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu.

Kepala UPTD Wilayah IX Kabupaten Pesisir Barat pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Mustapa Kamil, SH, MM, mengatakan target penerimaan PKB di Kabupaten Pesisir Barat pada Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp13.295.000.000.

"Hingga akhir Juni 2026, realisasi yang berhasil dihimpun baru mencapai Rp2.308.304.431 atau sekitar 17,36 persen dari target yang telah ditetapkan," katanya.

Advertisements

Menurut Mustapa, capaian tersebut masih berada di bawah target semester pertama sehingga diperlukan berbagai langkah strategis agar penerimaan PKB dapat meningkat pada semester kedua tahun ini.

Sementara itu, penerimaan BBNKB menunjukkan tren yang jauh lebih positif. Dari target sebesar Rp2.739.039.000, realisasi hingga akhir Juni telah mencapai Rp2.256.789.740 atau sekitar 82,39 persen.

"Dengan capaian tersebut, penerimaan BBNKB dinilai memiliki peluang besar melampaui target apabila aktivitas transaksi kendaraan bermotor, khususnya proses balik nama kendaraan, tetap berlangsung positif hingga akhir tahun anggaran," jelasnya.

Ia menilai capaian BBNKB yang telah melampaui 80 persen menjadi indikator meningkatnya aktivitas administrasi kendaraan bermotor di wilayah kerja Samsat Krui. Namun demikian, rendahnya realisasi PKB tetap menjadi perhatian serius karena sektor tersebut merupakan salah satu penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Banner Parfum Shopee

Advertisements

"Alhamdulillah, realisasi BBNKB hingga Juni 2026 sudah mencapai 82,39 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini tentu cukup baik dan diharapkan bisa terus meningkat hingga akhir tahun. Namun untuk PKB memang realisasinya masih 17,36 persen sehingga masih membutuhkan kerja keras agar target dapat tercapai," ujar Mustapa.

Menurutnya, rendahnya realisasi PKB dipengaruhi sejumlah faktor. Selain tingkat kepatuhan sebagian masyarakat yang masih perlu ditingkatkan, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih juga diduga memengaruhi kemampuan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.

Tidak sedikit masyarakat yang memilih menunda pembayaran pajak kendaraan karena mempertimbangkan kondisi keuangan keluarga. Akibatnya, penerimaan PKB belum mampu tumbuh sesuai target yang telah ditetapkan sejak awal tahun.

"Rendahnya realisasi PKB kemungkinan dipengaruhi beberapa faktor. Selain masih perlunya peningkatan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan tepat waktu, kondisi ekonomi yang saat ini masih cukup sulit juga diduga menjadi salah satu penyebab masyarakat menunda pembayaran pajak," katanya.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements