LAMPUNG BARAT – Pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Lampung Barat telah selesai dilaksanakan. Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lampung Barat mencatat sebanyak 4.398 hewan kurban dipotong dan diperiksa petugas di 15 kecamatan selama perayaan Iduladha tahun ini.
Jumlah tersebut terdiri atas 915 ekor sapi, dua ekor kerbau, 3.444 ekor kambing, dan 37 ekor domba. Dari hasil pemeriksaan kesehatan hewan, petugas masih menemukan sejumlah kasus cacing hati pada sapi kurban.
Kepala Disbunnak Lampung Barat, Yudha Setiawan, S.I.P., mengatakan pihaknya menerjunkan tim pemantau dan petugas kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan ante mortem maupun post mortem terhadap seluruh hewan kurban yang dipotong masyarakat.
“Secara umum kondisi hewan kurban di Lampung Barat sehat dan layak konsumsi. Namun dari hasil pemeriksaan organ dalam, petugas menemukan beberapa kasus cacing hati pada sapi,” ujar Yudha Setiawan, Jumat (29/5).
Berdasarkan laporan hasil pemantauan, temuan cacing hati paling banyak ditemukan di Kecamatan Balik Bukit. Petugas mencatat terdapat 15 ekor sapi yang organ hatinya terindikasi cacing hati.
Kasus tersebut tersebar di sejumlah pekon, yakni Pekon Way Mengaku sebanyak enam ekor sapi, Pasar Liwa tujuh ekor sapi, dan Way Empulau Ulu dua ekor sapi.
Selain di Kecamatan Balik Bukit, kasus serupa juga ditemukan di Kecamatan Batu Brak. Petugas mendapati dua ekor sapi mengalami cacing hati yang berada di Pekon Balak dan Pekon Kembahang.
Meski demikian, Yudha memastikan daging hewan kurban tetap aman dikonsumsi masyarakat karena bagian organ yang terinfeksi langsung dipisahkan dan dimusnahkan oleh petugas kesehatan hewan.
“Kalau ditemukan cacing hati, organ yang terinfeksi langsung diafkir atau dimusnahkan. Sedangkan daging yang sehat tetap layak dikonsumsi,” jelasnya.
Ia menegaskan pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan secara menyeluruh guna memastikan keamanan pangan asal hewan yang dibagikan kepada masyarakat selama perayaan Iduladha.
Menurutnya, kesadaran masyarakat dan panitia kurban terhadap kesehatan hewan juga mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari semakin aktifnya panitia berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan sebelum penyembelihan dilakukan.
Sementara itu, dari seluruh kecamatan yang dipantau, jumlah pemotongan hewan kurban terbanyak tercatat di Kecamatan Balik Bukit dengan total 660 ekor, terdiri atas 227 sapi dan 433 kambing.


