LAMPUNG BARAT – Kebakaran melanda Pondok Pesantren Sunan Bonang di Pekon Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 07.20 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting arus listrik yang berasal dari salah satu kamar santri.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat api mulai muncul, para santri diketahui sedang bermain sepak bola di luar area asrama sehingga seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri.
Api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan menggunakan material dinding berbahan triplek yang mudah terbakar. Akibatnya, sebagian bangunan pondok pesantren hangus sebelum kobaran api berhasil dikendalikan.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tak lama berselang, satu unit armada UPT Pemadam Kebakaran Balik Bukit tiba di lokasi dan bersama warga berjibaku memadamkan kobaran api.
Sekitar pukul 08.00 WIB, api berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan lain di lingkungan pondok pesantren.
Warga dan Santri Selamatkan Barang yang Masih Bisa Dievakuasi
Di tengah proses pemadaman, warga bersama para santri berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dievakuasi. Sejumlah perabot pondok berhasil dikeluarkan sebelum api melahap seluruh isi ruangan.
Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Peratin Padang Cahya, Muzarni Makruf, membenarkan terjadinya kebakaran tersebut. Berdasarkan informasi sementara, api diduga berasal dari korsleting arus listrik di salah satu kamar santri.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena saat kejadian para santri sedang bermain bola di luar pondok. Dugaan sementara api berasal dari korsleting arus listrik di salah satu kamar santri," ujar Muzarni.
Menurutnya, material bangunan yang didominasi triplek membuat api cepat membesar sehingga proses pemadaman cukup sulit pada awal kejadian.
"Sebagian perabot pondok masih sempat diselamatkan oleh warga bersama para santri. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan petugas Damkar yang bergerak cepat sehingga api berhasil dipadamkan dan tidak menjalar ke bangunan lainnya," katanya.
Kerugian Mencapai Rp300 Juta
Berdasarkan pendataan sementara, kerugian material akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta. Kerugian meliputi bangunan pondok, perlengkapan santri, serta berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar yang ikut terbakar.