BANDAR LAMPUNG - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke SMKN 4 Bandar Lampung pada Jumat siang, 8 Mei 2026.
Kunjungan ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan pendidikan vokasi yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja, khususnya penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Wapres tiba di sekolah yang beralamat di Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Enggal, sekitar pukul 13.00 WIB.
Selama kurang lebih satu jam, Wapres meninjau langsung aktivitas pembelajaran dan praktik keterampilan siswa sebelum meninggalkan lokasi sekitar pukul 14.00 WIB.
Dalam agenda tersebut, Wapres menyaksikan proses pembelajaran vokasi sekaligus berdialog singkat dengan siswa dan tenaga pendidik.
Kegiatan kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dukungan moral bagi siswa SMK yang tengah dipersiapkan memasuki dunia kerja.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, dirinya memaparkan secara langsung program kelas vokasi yang digagas Pemerintah Provinsi Lampung untuk penyaluran tenaga kerja ke Jepang.
“Saya juga menjelaskan tentang kelas vokasi yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Kami meminta agar pengadaan tes N4 atau tes kemampuan bahasa Jepang bisa dipercepat pelaksanaannya di sini. Selama ini tes tersebut hanya dilakukan di Jakarta atau Palembang,” ujar Mirza.
Menurut Mirza, apabila tes kemampuan bahasa Jepang dapat dilaksanakan langsung di Lampung, hal itu akan sangat meringankan beban peserta karena tidak perlu lagi mengikuti ujian ke luar daerah.
“Kami berharap tes ini bisa dilakukan di Lampung, karena banyak sekali anak-anak lulusan SMA/SMK yang mengikuti program kelas vokasi ini dan mereka sedang melakukan persiapan untuk berangkat ke Jepang,” katanya.
Ia menambahkan, Wapres menyambut positif usulan tersebut. Selain percepatan tes, Pemprov Lampung juga menyampaikan kebutuhan mendesak akan tambahan tenaga pengajar bahasa Jepang.
“Beliau sangat menyambut baik. Kami juga menjelaskan bahwa saat ini kita sedang kekurangan guru bahasa Jepang. Di sini kita membutuhkan tambahan sekitar 80 orang guru bahasa Jepang,” Pungkasnya.