LAMPUNG BARAT – Pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Karangagung, Kecamatan Waytenong, kembali berjalan normal setelah diaktifkan kembali sejak dua hari terakhir atau tepatnya pada 6 Juli 2026.
Untuk mengantisipasi kemacetan akibat antrean kendaraan, pengelola SPBU menerapkan sistem pelayanan baru khusus bagi BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Bio Solar.
Petugas SPBU Karangagung, Ulil, menjelaskan bahwa pengisian kedua jenis BBM tersebut kini dilakukan secara bergantian sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Untuk mengurangi antrean panjang yang berpotensi menyebabkan kemacetan, kami memberlakukan sistem pelayanan bergantian. Pengisian Pertalite dimulai pukul 06.00 WIB sampai selesai, kemudian mulai pukul 10.00 WIB dilanjutkan pelayanan untuk Bio Solar,” ujar Ulil.
Advertisements
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi antrean kendaraan terlihat lebih tertib dibandingkan sebelumnya. Kendaraan yang menunggu giliran pengisian tidak lagi banyak menggunakan badan jalan sehingga arus lalu lintas di sekitar SPBU tetap lancar.
Menurut Ulil, meningkatnya kesadaran masyarakat turut berperan dalam menciptakan ketertiban selama proses pengisian BBM berlangsung.
“Alhamdulillah, dari pengamatan kami kesadaran masyarakat sudah semakin baik. Kendaraan yang antre kini lebih tertata dan tidak terlalu memakan badan jalan. Petugas juga terus memberikan imbauan kepada para pengendara agar tetap tertib saat menunggu giliran pengisian,” katanya.
Selain menerapkan pengaturan jadwal pengisian, petugas SPBU juga secara rutin memberikan imbauan kepada para sopir dan pengguna kendaraan agar mematuhi aturan serta mengikuti arahan yang diberikan demi mencegah gangguan lalu lintas di sekitar lokasi.
Ulil berharap kondisi yang kondusif tersebut dapat terus dipertahankan oleh seluruh masyarakat. Menurutnya, kerja sama antara petugas dan pengguna BBM sangat diperlukan agar pelayanan tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan persoalan baru.
“Kami berharap ketertiban dan kebersamaan ini terus terjaga demi kebaikan bersama. Sebab apabila sampai terjadi penutupan atau penghentian pelayanan pengisian BBM, yang paling dirugikan tentu masyarakat sendiri. Karena itu mari bersama-sama menjaga ketertiban agar pelayanan dapat terus berjalan dengan baik,” pungkasnya.