BANDAR LAMPUNG – Xiaomi kembali meramaikan persaingan smartphone premium di Indonesia melalui peluncuran Xiaomi 17T Pro pada 2026. Perangkat ini hadir membawa peningkatan performa, baterai berkapasitas besar, serta kolaborasi kamera bersama Leica.
Namun di balik spesifikasi yang mengesankan, sejumlah kompromi pada sektor layar, kamera, hingga konektivitas membuat banyak pengamat mempertanyakan apakah Xiaomi 17T Pro masih layak disebut sebagai "flagship killer" seperti generasi-generasi sebelumnya.
Unboxing dan TKDN: Unit Resmi Dirakit di Tiongkok
Kesan premium langsung terasa saat membuka kotak penjualan Xiaomi 17T Pro. Logo Leica yang terpampang pada kemasan menjadi salah satu daya tarik utama.
Paket penjualannya masih tergolong lengkap, meliputi:
- Charger 100W
- Kabel USB-A ke USB-C
- Casing pelindung bawaan
- Dokumentasi standar
Menariknya, unit resmi yang dipasarkan di Indonesia kali ini diketahui dirakit langsung di Tiongkok. Peran fasilitas lokal hanya sebatas proses instalasi perangkat lunak sebelum distribusi ke konsumen.
Meski demikian, Xiaomi Indonesia tetap menawarkan nilai tambah berupa garansi resmi selama 15 bulan, lebih panjang dibandingkan standar industri yang umumnya 12 bulan.
Desain Familiar dengan Sentuhan Lebih Maskulin
Secara desain, Xiaomi 17T Pro masih mempertahankan bahasa desain yang mirip dengan pendahulunya.
Perubahan paling mencolok terletak pada modul kamera belakang yang kini memiliki bentuk lebih tegas dan memberikan kesan maskulin.
Beberapa fitur desain unggulan yang tetap dipertahankan antara lain:
- Rangka metal premium
- Sertifikasi tahan air dan debu IP68
- NFC
- IR Blaster khas Xiaomi
- Gorilla Glass 7i pada panel belakang
Namun ada satu kekurangan yang cukup disorot, yakni penggunaan port USB-C 2.0.
Kehadiran USB 2.0 membuat perangkat ini belum mendukung output video ke monitor eksternal, fitur yang kini mulai umum ditemukan pada smartphone flagship.
Layar Tajam dan Nyaman, Tapi Belum LTPO
Xiaomi 17T Pro mengusung layar berukuran 6,83 inci dengan refresh rate hingga 144Hz.