Keunggulan utama layar ini terletak pada kemampuannya menurunkan tingkat kecerahan hingga hanya 1 nit, sehingga tetap nyaman digunakan di ruangan gelap.
Kelebihan layar:
- Refresh rate 144Hz
- Tingkat kecerahan tinggi
- Minimum brightness 1 nit
- Respons sentuhan sangat cepat
Kekurangan layar:
- Belum menggunakan panel LTPO
- Refresh rate minimum hanya 60Hz
- Belum memakai Gorilla Glass Victus
Ketiadaan teknologi LTPO membuat efisiensi daya kurang optimal dibandingkan pesaing di kelas premium yang sudah mampu menurunkan refresh rate hingga 1Hz.
Dimensity 9500 Tawarkan Performa Kelas Monster
Sektor performa menjadi salah satu nilai jual terbesar Xiaomi 17T Pro.
Perangkat ini ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9500 yang dipadukan RAM 12GB.
Hasil benchmark menunjukkan skor AnTuTu mencapai sekitar 3,5 juta poin, menempatkannya di jajaran chipset mobile tercepat saat ini.
Performa yang ditawarkan:
- Multitasking sangat lancar
- Navigasi sistem responsif
- Editing dan rendering cepat
- Gaming kelas berat tanpa hambatan
Saat digunakan memainkan Genshin Impact pada pengaturan grafis tertinggi, performanya mampu mempertahankan frame rate mendekati 60 FPS secara stabil.
Meski demikian, optimasi beberapa game seperti Mobile Legends masih belum maksimal karena frame rate masih dibatasi pada 120 FPS meski layar mendukung 144Hz.
Kamera Leica Tetap Menarik, Tetapi Ada Pemangkasan
Kolaborasi Xiaomi dan Leica kembali berlanjut pada Xiaomi 17T Pro.
Konfigurasi kameranya terdiri dari:
- Kamera utama 50 MP Light Fusion 950
- Kamera telefoto periskop 50 MP dengan zoom optik 5x
- Kamera ultrawide 12 MP
Hasil foto dari kamera utama dan telefoto mendapatkan banyak apresiasi berkat karakter warna khas Leica yang kuat, kontras, serta efek bokeh alami yang terlihat profesional.
Namun sektor ultrawide menjadi titik lemah.
Resolusi 12 MP dinilai kurang kompetitif dibandingkan rival yang sudah menggunakan sensor ultrawide 50 MP.