PESISIR BARAT – Rentetan kebakaran di Kabupaten Pesisir Barat kembali terjadi. Setelah sebelumnya menghanguskan rumah warga di Kecamatan Ngambur dan Kecamatan Ngaras, kali ini musibah melanda Losmen Paradise di Pekon Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Senin (27/7) sekitar pukul 18.00 WIB.
Hingga berita ini ditulis, petugas pemadam kebakaran bersama warga masih berupaya memadamkan kobaran api yang membakar bangunan penginapan tersebut. Asap tebal tampak membumbung dari lokasi kejadian, sementara petugas berusaha mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Peratin Tanjung Setia, Iswandi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan informasi kebakaran diterima sekitar pukul 18.00 WIB dan hingga Senin malam proses pemadaman masih terus berlangsung.
"Benar, telah terjadi kebakaran di Losmen Paradise, Pekon Tanjung Setia. Kejadiannya diperkirakan sekitar pukul 18.00 WIB. Sampai saat ini petugas bersama masyarakat masih melakukan pemadaman sehingga kami masih fokus pada penanganan di lokasi," kata Iswandi saat dikonfirmasi, Senin (27/7).
Advertisements
Menurutnya, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Aparat bersama instansi terkait masih memprioritaskan upaya pemadaman sebelum dilakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.
"Saat ini kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Begitu juga dengan besaran kerugian maupun kondisi bangunan secara keseluruhan masih menunggu proses pemadaman selesai dan dilakukan pendataan oleh petugas," tandasnya.
Peristiwa ini menambah daftar kebakaran yang terjadi di Kabupaten Pesisir Barat dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, rumah milik M. Shaleh di Pemangku Sukanegara Induk, Pekon Sukanegara, Kecamatan Ngambur, terbakar pada Rabu (22/7). Kebakaran tersebut diduga dipicu kompor gas elpiji.
Sehari kemudian, rumah milik Syahroni di Pekon Sukarame, Kecamatan Ngaras, juga dilanda kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik.
Dalam dua kejadian sebelumnya tidak ada korban jiwa. Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan logistik kepada para korban serta membantu penerbitan kembali dokumen administrasi kependudukan yang ikut terbakar.