JAKARTA – Nama Raffi Ahmad menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi impor barang dan suap di lingkungan Bea Cukai. Munculnya berbagai spekulasi di media sosial dan sejumlah pemberitaan mendorong presenter sekaligus pengusaha tersebut untuk memberikan klarifikasi secara langsung kepada masyarakat.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan, Raffi hadir didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea. Keduanya menjelaskan bahwa informasi yang berkembang telah memunculkan berbagai asumsi yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
Raffi menegaskan dirinya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam perkara yang sedang menjadi perhatian publik tersebut. Ia menjelaskan bahwa pertemuan yang belakangan ramai dibicarakan hanyalah interaksi singkat yang terjadi secara spontan saat dirinya berada di Amerika Serikat.
Menurut Raffi, saat itu ia sedang mengikuti kegiatan touring bersama komunitas motor The Dudas Minus One. Dalam perjalanan tersebut, ia bersama sejumlah rekan artis seperti Gading Marten, Desta Mahendra, dan Ariel mengunjungi sejumlah lokasi di New York.
Kegiatan itu, kata Raffi, murni merupakan agenda perjalanan dan silaturahmi. Selain menikmati suasana kota, rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah usaha milik warga negara Indonesia di Amerika Serikat sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha Tanah Air yang berkiprah di luar negeri.
Dalam salah satu kesempatan, Raffi mengaku sempat dihampiri seseorang yang memperkenalkan diri sebagai pihak dari perusahaan jasa pengiriman barang. Orang tersebut menawarkan layanan terkait pengiriman produk elektronik dari Amerika Serikat ke Indonesia.
Sebagai figur publik yang kerap bertemu banyak orang, Raffi mengatakan dirinya hanya berusaha menjaga sopan santun dengan merespons ajakan berbincang tersebut. Namun, ia menegaskan percakapan yang terjadi berlangsung singkat dan tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.
"Saya hanya merespons secara biasa karena sedang bertemu langsung. Itu sebatas obrolan ringan dan tidak ada tindak lanjut apa pun," jelas Raffi.
Ayah dua anak itu juga menegaskan tidak pernah melakukan pembelian, pemesanan barang, maupun transaksi apa pun. Bahkan, setelah pertemuan tersebut tidak pernah ada komunikasi lanjutan dengan pihak yang dimaksud.
Raffi mengaku tidak menyimpan nomor kontak orang yang menemuinya saat itu. Ia juga memastikan tidak pernah menerima kiriman barang, hadiah, fasilitas, maupun bentuk keuntungan lainnya yang berkaitan dengan perusahaan yang kini menjadi sorotan dalam perkara tersebut.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang setelah namanya dikaitkan dengan dugaan praktik impor barang tertentu. Raffi menegaskan tidak ada hubungan bisnis maupun kerja sama dengan pihak yang sedang tersangkut persoalan hukum.
Di sisi lain, Hotman Paris menilai masyarakat perlu membedakan antara penyebutan nama seseorang dalam suatu perkara dengan keterlibatan langsung dalam tindak pidana. Menurutnya, tidak semua nama yang muncul dalam proses persidangan otomatis memiliki hubungan dengan dugaan pelanggaran hukum yang sedang diperiksa.