JAKARTA – Hubungan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan mengarah pada persoalan komunikasi serta hak pertemuan dengan anak-anak yang disebut masih menjadi pembahasan di antara kedua belah pihak setelah perceraian.
Melalui kuasa hukumnya, Ruben dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menunda pemberian nafkah yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp200 juta. Langkah tersebut disebut bukan semata-mata berkaitan dengan persoalan finansial, melainkan sebagai bentuk sikap tegas agar komunikasi mengenai hak bertemu dengan anak-anak dapat menemukan titik terang.
Pernyataan itu disampaikan oleh kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini kliennya masih berupaya mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.
Menurut Minola, hubungan antara anak dan orang tua harus tetap terjaga meskipun kedua orang tua sudah tidak lagi hidup dalam satu rumah tangga. Karena itu, Ruben disebut berharap komunikasi yang baik tetap terjalin demi kepentingan anak-anak.
Dalam berbagai kesempatan, Ruben juga dikatakan selalu menempatkan kepentingan anak sebagai prioritas utama. Ia berharap anak-anak tetap dapat menjalin hubungan yang sehat dengan ayah maupun ibunya tanpa harus terdampak persoalan yang terjadi di antara kedua orang tua.
Minola menilai persoalan yang berkembang sebenarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Anak-anak, menurutnya, seharusnya tetap memiliki ruang yang nyaman untuk bertemu dan berinteraksi dengan kedua orang tuanya tanpa tekanan dari situasi yang ada.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi psikologis anak setelah perceraian orang tua. Dalam masa penyesuaian tersebut, dukungan dari kedua belah pihak dinilai sangat penting agar tumbuh kembang anak tetap berjalan secara optimal.
Persoalan hak bertemu anak memang kerap menjadi tantangan yang muncul setelah perceraian. Banyak pasangan harus menyusun kesepakatan baru terkait jadwal pertemuan, pola pengasuhan, hingga pembagian tanggung jawab terhadap kebutuhan anak.
Karena itu, komunikasi yang sehat dan terbuka menjadi faktor penting agar kepentingan anak tetap terlindungi. Kesepakatan yang baik dinilai dapat membantu meminimalkan konflik sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi anak-anak.
Dari sisi Ruben, keinginan untuk bertemu dengan anak-anak disebut sebagai hal yang wajar. Sebagai seorang ayah, ia ingin tetap terlibat dalam kehidupan anak-anaknya, mulai dari memantau perkembangan pendidikan hingga memberikan dukungan emosional dalam keseharian mereka.
Belakangan, muncul pula pernyataan dari pihak kuasa hukum yang menyinggung kemungkinan adanya kekhawatiran tertentu apabila anak-anak lebih sering bertemu dengan Ruben. Namun hingga saat ini hal tersebut masih sebatas dugaan dan belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Sarwendah.
Di tengah besarnya perhatian publik terhadap kehidupan pribadi mereka, Ruben dan Sarwendah dikenal sebagai figur publik yang selama ini berupaya menjaga privasi keluarga. Meski berbagai spekulasi terus berkembang, keduanya diharapkan dapat menyelesaikan persoalan yang ada dengan mengutamakan kepentingan anak-anak.
