BANDAR LAMPUNG – Sebuah rumah permanen di Jalan Teluk Ratai, RT 006, Lingkungan I, Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, mengalami kebakaran.
Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik pada instalasi di bagian plafon kamar. Laporan kejadian diterima oleh Mako Tendean Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung pada pukul 15.00 WIB.
Setelah menerima laporan, petugas langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam ke lokasi kejadian.
Unit Karba dari Pos Siaga Sukabumi berangkat pada pukul 15.01 WIB dan tiba di lokasi pukul 15.09 WIB.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung Anthony Irawan mengatakan, dengan waktu tanggap (response time) selama 9 menit, petugas langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas ke bagian rumah lainnya maupun bangunan di sekitar lokasi kejadian.
" Objek yang terbakar merupakan sebuah rumah permanen milik Ibu Salma (75), seorang buruh tani yang tinggal seorang diri. Kebakaran menghanguskan sebagian area rumah, tepatnya dua kamar dengan luas terbakar sekitar 2,5 meter x 2,5 meter," ujarnya, Kamis 18 Juni 2026.
Selanjutnya Unit Supply Pos Siaga Kedamaian berangkat pukul 15.03 WIB dan tiba pukul 15.12 WIB, sementara Unit Kancil Pos Siaga Panjang berangkat pukul 15.04 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 15.15 WIB. Waktu tanggap petugas atau response time tercatat selama sembilan menit.
Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Sebanyak 14 personel diterjunkan dalam operasi tersebut dengan dukungan tiga unit kendaraan pemadam. Selama proses pemadaman, petugas menghabiskan dua tangki air untuk mengendalikan api.
Berdasarkan data di lapangan, bagian rumah yang terbakar merupakan dua kamar dengan luas area terdampak sekitar 2,5 meter x 2,5 meter. Sejumlah barang yang terbakar antara lain springbed, kasur kapuk, lemari pakaian beserta isinya, serta perangkat sound system.
Menurut keterangan Ibu Salma selaku pemilik rumah, kebakaran diduga bermula dari konsleting pada instalasi listrik di bagian plafon kamar. Percikan api yang muncul kemudian dengan cepat menyebar ke rangka atap rumah hingga mengakibatkan dua kamar terbakar.
"Menurut keterangan dari Ibu Salma selaku pemilik rumah, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting pada instalasi listrik di bagian plafon kamar. Korsleting tersebut menimbulkan percikan api yang kemudian dengan cepat menyebar ke rangka atap rumah dan mengakibatkan dua kamar terbakar. Namun penyelidikan akan dilanjutkan oleh pihak yang berwajib."ucapnya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 25 juta berdasarkan keterangan pamong setempat. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini.
