Hantavirus Jadi Perhatian Dinkes Bandar Lampung, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan pemantauan terus dilakukan melalui laporan dari rumah sakit dan puskesmas di Bandar Lampung.
Arif Setiawan - Rabu, 20 Mei 2026 - 15:42 WIB
kewaspadaan Hantavirus Bandar Lampung, pencegahan virus tikus, gejala suspek Hantavirus,
kewaspadaan Hantavirus Bandar Lampung, pencegahan virus tikus, gejala suspek Hantavirus, - Poto Arif Setiawan

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus meski hingga Mei 2026 belum ditemukan kasus terkonfirmasi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan pemantauan terus dilakukan melalui laporan dari rumah sakit dan puskesmas di Bandar Lampung.

“Sampai dengan bulan Mei 2026 tidak ada laporan kasus Hantavirus baik dari rumah sakit maupun puskesmas,” ujar Muhtadi. Rabu 20 Mei 2026.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh fasilitas kesehatan dan masyarakat. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah berkembangnya populasi tikus yang menjadi sumber penularan virus.

Advertisements

Menurut Muhtadi, Hantavirus dapat menular melalui paparan tikus, air liur, urine, maupun kotorannya. Risiko penularan meningkat di lingkungan yang kotor dan banyak ditemukan tikus, seperti gudang, kebun, atau rumah kosong.

Dinkes juga mengimbau masyarakat rutin mencuci tangan, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, serta membersihkan area yang diduga terkontaminasi menggunakan metode wet cleaning agar penyebaran virus dapat dicegah.

“Masyarakat yang mengalami gejala mengarah ke suspek Hantavirus diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements