BANDAR LAMPUNG - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke RSUD A. Dadi Tjokrodipo, Kota Bandar Lampung, pada Jumat siang, 8 Mei 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pemantauan langsung pelayanan kesehatan sekaligus bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan fasilitas rumah sakit daerah.
Dalam kunjungannya, Wapres menyapa langsung pasien serta masyarakat yang tengah berobat di rumah sakit milik Pemerintah Kota Bandar Lampung tersebut.
Kehadiran Gibran disambut antusias warga yang sejak siang hari telah menunggu di area rumah sakit.
Wapres tiba di lokasi sekitar pukul 14.05 WIB dan disambut langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, serta Direktur RSUD A. Dadi Tjokrodipo dr. Tety Herawati.
Dalam agenda tersebut, Wapres meninjau langsung progres pembangunan gedung rumah sakit penyakit dalam setinggi 10 lantai yang berada di sisi Instalasi Gawat Darurat.
Gedung ini diproyeksikan menjadi pusat layanan penyakit dalam terpadu, sehingga masyarakat Lampung tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk pemeriksaan penyakit jantung, hati, maupun saraf otak.
Direktur RSUD A. Dadi Tjokrodipo, dr. Tety Herawati, menjelaskan bahwa kunjungan Wapres bertujuan melihat langsung kualitas pelayanan BPJS Kesehatan sekaligus perkembangan pembangunan fasilitas rumah sakit.
“Tujuannya adalah meninjau pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD A. Dadi Tjokrodipo. Selain itu, tadi kami mendampingi Ibu Wali Kota untuk memperlihatkan progres pembangunan gedung rumah sakit 10 lantai yang lokasinya tepat di samping UGD,” ujar dr. Tety.
Ia mengungkapkan, Wapres memberikan respons yang sangat positif terhadap rencana pengembangan rumah sakit tersebut. Bahkan, pemerintah pusat disebut siap mendukung percepatan pembangunan serta pengadaan alat kesehatan berteknologi tinggi.
“Alhamdulillah, sambutan Bapak Wapres sangat positif dan antusias. Beliau menyatakan insya Allah akan membantu percepatan pembangunan agar rumah sakit ini bisa menjadi pusat rujukan bagi 31 Puskesmas. Kami juga sudah mengajukan proposal untuk bantuan alat kesehatan,” katanya.
Adapun alat kesehatan yang menjadi prioritas utama adalah MRI dan Fractional Flow Reserve (FFR), yang berfungsi mendukung pemeriksaan penyakit jantung secara lebih komprehensif.