Modernisasi belum sepenuhnya diimbangi kesiapan mental-kultural, terlihat dari masih adanya pelanggaran kode etik di media sosial oleh oknum personel.
4. Revitalisasi Tri Brata dan Catur Prasetya
Nilai-nilai dasar Polri perlu diinterpretasikan ulang dan diperkuat agar menjadi standar operasional moral dalam penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.
Mewakili Kapolda Lampung, Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari, menyampaikan bahwa Dialog Kebangsaan ini menjadi momentum penting untuk introspeksi dan penguatan mental seluruh jajaran.
“Tantangan Polri ke depan, khususnya di wilayah hukum Polda Lampung, tidak lagi hanya berada di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital. Integritas personel adalah harga mati,” ujar Yuni.
Ia menegaskan, Polda Lampung tidak ingin kecanggihan teknologi justru disalahgunakan atau menurunkan citra institusi akibat pelanggaran etika digital oleh oknum.
Melalui Dialog Kebangsaan ini, Polda Lampung berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan internal dan penguatan karakter personel.
Dengan menjadikan Tri Brata dan Catur Prasetya sebagai kompas moral, diharapkan setiap anggota Polri mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, humanis, serta beretika, baik di dunia nyata maupun di ruang digital, demi menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.
