Penggunaan velg palang lima dan rem cakram di kedua roda juga menjadi nilai tambah yang tergolong istimewa di kelas bebek saat itu.
Hingga kini, Satria Hiu kerap mencuri perhatian ketika muncul di jalan atau di ajang kumpul komunitas motor klasik dan pecinta 2-tak.
Desain unik dan karakter mesinnya membuat motor ini tetap memiliki daya tarik kuat di mata penggemar otomotif.
Meski memiliki banyak keunggulan, Satria Hiu juga menyimpan tantangan tersendiri.
Konsumsi bahan bakar mesin 2-tak relatif lebih boros dibandingkan motor 4-tak modern, sehingga membutuhkan perhatian ekstra dari sisi biaya operasional.
Selain itu, usia motor yang sudah belasan tahun membuat beberapa komponen, seperti CDI dan koil, rentan mengalami kendala.
Tak sedikit pemilik yang melakukan penyesuaian atau perawatan khusus agar performa Suzuki Satria Hiu tetap terjaga dan layak dikendarai maupun dikoleksi.