BANDAR LAMPUNG – Sebuah rumah permanen di Perumahan Griya Indah, Jalan Harum Manis 1, Kelurahan Sukabumi Indah, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, mengalami kebakaran pada Selasa pagi.
Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik pada kulkas yang berada di dapur hingga menyebabkan api membesar dan melalap sebagian besar bangunan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung menerima laporan kebakaran pada pukul 05.50 WIB. Satu menit kemudian, petugas langsung mengerahkan armada menuju lokasi kejadian.
Sebanyak lima unit mobil pemadam diterjunkan, terdiri atas Unit Karba Pos Siaga Sukabumi, Unit Supply Pos Siaga Kedamaian, Unit Banteng 010 Mako Tendean, Unit 020 Bukit Asam Pos Siaga Sukarame, dan Unit Supply 022 Mako Tendean.
Unit pertama tiba di lokasi pada pukul 05.57 WIB atau tujuh menit setelah laporan diterima. Seluruh proses pemadaman berhasil diselesaikan pada pukul 07.15 WIB.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung Anthony Irawan, mengatakan Sebanyak 35 personel dikerahkan dalam operasi pemadaman tersebut dengan menghabiskan sekitar lima tangki air untuk menjinakkan api.
Berdasarkan laporan, objek yang terbakar merupakan rumah permanen berukuran sekitar 7 x 13 meter. Api menghanguskan berbagai perabot rumah tangga, televisi, handphone, AC, dua unit kulkas, springbed, serta dokumen kependudukan dan sejumlah surat berharga.
Menurut keterangan pemilik rumah, Hambali, kebakaran diduga berawal dari konsleting pada kulkas di dapur yang memunculkan percikan api hingga membakar perabot di sekitarnya dan kemudian merambat ke seluruh bagian rumah.
"Menurut keterangan dari Bapak Hambali selaku pemilik rumah, penyebab terjadinya kebakaran diduga akibat korsleting pada kulkas di dapur yang menyebabkan timbulnya percikan api dan membakar perabotan dapur di sekitarnya hingga merambat ke seluruh bagian rumah. Namun, penyelidikan lebih lanjut akan ditangani oleh pihak yang berwenang."ucapnya, Selasa 30 Juni 2026.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 150 juta berdasarkan keterangan pamong setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Rumah tersebut dihuni oleh satu kepala keluarga yang terdiri atas enam orang, yakni Hambali (49), Rismayanti (52), Oca (24), Alfarezi (16), Almira (10), dan Firman (45).
Laporan kebakaran diterima dari Aji Kulyubi. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.