BANDAR LAMPUNG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menanggapi beredarnya informasi terkait dugaan kecurangan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA) Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Unggulan Provinsi Lampung.
Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa sistem yang digunakan dalam pelaksanaan tes telah dirancang untuk meminimalkan peluang peserta melakukan kecurangan, termasuk mengakses aplikasi AI maupun mencari jawaban melalui internet selama ujian berlangsung.
Menurut Thomas, peserta yang keluar dari aplikasi ujian untuk membuka aplikasi lain secara otomatis akan terputus dari sistem dan diwajibkan melakukan login ulang.
"Terkait informasi mencontek itu tidak mungkin bisa dilakukan. Karena memang ketika dia mau keluar dari aplikasi untuk melihat Google, AI, dan lain-lain, pasti dia akan keluar dari login sehingga harus masuk lagi," kata Thomas saat ditemui di lobi Kantor Gubernur Lampung, Selasa 9 Juni 2026.
Meski demikian, Disdikbud Lampung tetap mengambil langkah antisipatif dengan memperketat pengawasan pada pelaksanaan tes lanjutan maupun tes ulang.
Thomas menjelaskan jumlah pengawas kini ditambah menjadi dua orang di setiap ruang ujian. Selain itu, seluruh telepon genggam peserta dikumpulkan sebelum tes dimulai guna memastikan tidak ada perangkat yang digunakan untuk mengakses informasi dari luar.
"Supaya lebih aman, hari ini kami tambah pengawasnya menjadi dua orang per kelas untuk mengawasi. Handphone semua kami kumpulkan, tidak boleh dia punya handphone dua. Bagi yang memakai laptop juga kami awasi dengan ketat supaya tidak bisa melakukan kecurangan," ujarnya.
Di sisi lain, Disdikbud Lampung juga menyelenggarakan tes ulang bagi sejumlah peserta yang mengalami kendala teknis pada pelaksanaan ujian sebelumnya. Kendala tersebut meliputi perangkat yang tidak mendukung maupun peserta yang tidak dapat menyelesaikan ujian akibat gangguan teknis.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 30 peserta mengikuti tes ulang di SMA Negeri 3 Kotabumi dan 21 peserta di SMA Negeri 1 Kotabumi. Selain itu, terdapat satu peserta di Tulangbawang Tengah, empat peserta di SMA Negeri 14 Bandar Lampung, serta sekitar 35 peserta yang telah terdata mengikuti tes ulang di SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
"Data itu sudah kami sesuaikan dengan yang ada di server. Nanti sisanya akan melakukan tes ulang," jelas Thomas.
Ia menambahkan bahwa gangguan pelaksanaan tes hanya terjadi di beberapa lokasi dan tidak berlangsung secara menyeluruh di seluruh SMA Negeri Unggulan di Provinsi Lampung.
"Sekolah-sekolah lain seperti Terbanggi aman, Natar juga tidak ada kendala. Hanya beberapa sekolah saja yang mungkin perangkat atau gadget anak-anak tidak mendukung. Banyak faktor, tetapi semuanya kami selesaikan hari ini," katanya.