BANDAR LAMPUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.
Kekeringan menyebabkan sejumlah sumur milik warga di Kampung Batu Suluh, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra mengatakan bantuan tersebut disalurkan menyusul sumur warga yang mengalami kekeringan.
Kali ini, pendistribusian air bersih dilakukan di Kampung Batu Suluh, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, mengalami kekeringan.
"Kekeringan sumur membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari," Kata Idham Basyar Syahputra, Selasa 11 Agustus 2026.
Kondisi kekeringan dilaporkan terjadi di wilayah RT 17 LK II dan RT 18 LK II, Kelurahan Way Laga. Berdasarkan data di lapangan, sedikitnya 113 kepala keluarga (KK) atau 461 jiwa terdampak akibat sumur warga yang tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan air bersih.
Di RT 17 LK II, sebanyak 52 KK dengan total 260 jiwa terdampak kekeringan. Warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur yang menjadi sumber air mengalami kekeringan.
Sementara itu, di RT 18 LK II, terdapat 61 KK dengan jumlah 201 jiwa yang mengalami kondisi serupa. Kekeringan sumur warga berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berada di lokasi untuk melakukan penanganan terhadap kondisi tersebut. Selain BPBD, Kelurahan Way Laga juga turut berada di lokasi untuk membantu penanganan dampak kekeringan yang dialami warga.
“Kondisi ini menjadi perhatian karena kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketika sumber air warga mengalami kekeringan akibat kondisi cuaca dan minimnya ketersediaan air,”pungkasnya.