BANDAR LAMPUNG – MacBook Neo sempat menjadi perbincangan karena hadir sebagai laptop Apple dengan harga paling terjangkau. Namun, kondisi tersebut berubah setelah Apple menyesuaikan harga jualnya di Indonesia. Model dasar yang sebelumnya berada di kisaran Rp10 jutaan kini dibanderol mulai Rp13,499 juta.
Kenaikan harga ini membuat banyak calon pembeli mulai mempertanyakan apakah MacBook Neo masih layak dipilih dibandingkan laptop lain di kelas harga serupa.
Berdasarkan pengujian yang dilakukan kreator teknologi Dedy Irvan melalui kanal YouTube miliknya, MacBook Neo tetap menawarkan performa menarik, terutama untuk produktivitas dan kebutuhan content creator.
Harga Terbaru MacBook Neo di Indonesia
Berikut daftar harga resmi MacBook Neo:
- RAM 8 GB + SSD 256 GB: Rp13.499.000
- RAM 8 GB + SSD 512 GB: Rp15.749.000
Menurut Dedy Irvan, kedua varian menawarkan performa dan daya tahan baterai yang sama. Perbedaan harga hanya berasal dari kapasitas penyimpanan internal.
Mengusung Chip Apple A18 Pro
Berbeda dari lini MacBook Air maupun MacBook Pro yang menggunakan chip seri M, MacBook Neo justru mengandalkan Apple A18 Pro, prosesor yang juga digunakan pada iPhone 16 Pro.
Chip tersebut dibekali:
- CPU 6-core (2 Performance Core + 4 Efficiency Core)
- GPU 5-core dengan ray tracing
- Neural Engine 16-core untuk pemrosesan AI
Meski menggunakan chipset yang identik dengan smartphone, arsitektur ARM milik Apple dinilai tetap mampu memberikan performa optimal ketika diterapkan pada laptop.
Desain Premium dan Layar Berkualitas
Dari sisi desain, MacBook Neo tetap mempertahankan ciri khas Apple dengan bodi aluminium unibody yang kokoh dan premium.
Laptop ini dibekali layar:
- Liquid Retina Display 13 inci
- Resolusi 2.408 × 1.562 piksel
- Aspect ratio 16:10
- Tingkat kecerahan mencapai 525 nits
- Akurasi warna 95,6% sRGB
Spesifikasi tersebut membuat layar MacBook Neo cukup ideal untuk editing foto maupun video.
Kekurangan yang Perlu Diketahui
Meski memiliki banyak keunggulan, MacBook Neo tetap memiliki sejumlah keterbatasan.