"Ketika tarif terus naik, banyak pengguna, terutama angkutan barang dan angkutan umum, memilih kembali ke jalan non-tol karena pertimbangan biaya. Akibatnya, fungsi jalan tol untuk mempercepat mobilitas orang dan barang menjadi tidak maksimal," ujarnya.
Asrian menegaskan pembangunan infrastruktur semestinya lebih berorientasi pada manfaat ekonomi bagi masyarakat dibandingkan semata-mata mengejar keuntungan finansial.
Menurutnya, tarif jalan tol memiliki sifat elastis. Kenaikan tarif, meskipun relatif kecil, dapat memicu penurunan penggunaan jalan tol secara signifikan karena masyarakat akan mencari alternatif perjalanan yang lebih murah.
"Kalau tarif semakin tinggi, pengguna akan menghitung ulang biaya perjalanan. Akhirnya banyak yang memilih jalan non-tol meski waktu tempuh lebih lama. Kondisi ini perlu menjadi bahan evaluasi agar tujuan pembangunan infrastruktur tetap tercapai," pungkasnya.