KOTA BANDAR LAMPUNG — Realisasi investasi di Kota Bandar Lampung sepanjang Triwulan I Tahun 2026 mencapai Rp 744,6 miliar.
Nilai tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 530.421.499.562 dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 214.225.497.308.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandar Lampung, Febriana, mengatakan capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di daerah tersebut.
“Realisasi investasi pada triwulan pertama tahun ini cukup positif. Ini menandakan kepercayaan investor terhadap pelayanan perizinan dan potensi usaha di Kota Bandar Lampung terus meningkat,” katanya, Kamis 21 Mei 2026.
Menurut Febriana, Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan pelayanan perizinan dan dukungan terhadap aktivitas dunia usaha.
Ia menjelaskan, realisasi investasi masih didominasi sektor tersier atau jasa dengan kontribusi sebesar 70,39 persen. Sektor sekunder menyumbang 28,24 persen, sedangkan sektor primer sebesar 1,37 persen.
“Dominasi sektor tersier menunjukkan aktivitas perdagangan dan jasa di Bandar Lampung masih menjadi daya tarik utama investor. Namun sektor lainnya juga terus kami dorong agar pertumbuhan ekonomi lebih merata,” jelasnya.
Selain memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, investasi tersebut juga diproyeksikan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Berdasarkan data DPMPTSP, sektor primer mencatat 22 perusahaan PMDN dengan penyerapan sebanyak 75 tenaga kerja Indonesia.
Pada sektor sekunder, terdapat 45 perusahaan PMDN yang diproyeksikan menyerap 34 tenaga kerja dan 14 perusahaan PMA dengan estimasi penyerapan 48 tenaga kerja.
Sementara itu, sektor tersier menjadi kontributor terbesar terhadap penciptaan lapangan kerja. Sebanyak 60 perusahaan PMDN diproyeksikan menyerap 1.159 tenaga kerja dan 70 perusahaan PMA diperkirakan membuka peluang bagi 126 tenaga kerja.
Febriana menegaskan, tingginya nilai investasi yang masuk diharapkan mampu membantu mengurangi dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) sekaligus membuka peluang kerja baru di Bandar Lampung.
“Dengan pertumbuhan investasi ini, kami optimistis dapat membantu menutup dampak PHK yang terjadi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” tandasnya.