BANDAR LAMPUNG – Norton Commando 750 dikenal sebagai salah satu sepeda motor klasik paling berpengaruh dalam sejarah otomotif dunia.
Motor buatan Inggris ini tidak hanya menawarkan desain yang ikonik, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan industri sepeda motor Britania saat menghadapi persaingan ketat dari pabrikan Jepang pada akhir dekade 1960-an.
Diproduksi pada periode 1967 hingga 1973, Norton Commando 750 hadir sebagai penerus Norton Atlas dengan membawa berbagai penyempurnaan di sektor performa, kenyamanan, dan teknologi.
Berkat keunggulan tersebut, model ini beberapa kali meraih penghargaan Motor Cycle News Machine of the Year, menjadikannya salah satu motor paling bergengsi pada masanya.
Menjelang akhir 1960-an, produsen sepeda motor Inggris menghadapi tekanan besar akibat masuknya motor-motor Jepang yang menawarkan teknologi lebih modern dan tingkat keandalan yang tinggi.
Sebagai respons terhadap perubahan pasar tersebut, Norton mengembangkan Commando 750 dengan mengedepankan keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan karakter berkendara khas motor Inggris.
Motor ini dibekali mesin parallel-twin 745 cc berpendingin udara dengan konfigurasi OHV yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 58 hp.
Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual empat percepatan yang memungkinkan Commando 750 mencapai kecepatan sekitar 185 km/jam, sebuah angka yang tergolong tinggi pada zamannya.
Salah satu inovasi terbesar yang dibawa Norton Commando 750 adalah penggunaan Isolastic Frame.
Teknologi ini memanfaatkan dudukan mesin berbahan karet untuk meredam getaran yang dihasilkan mesin dua silinder.
Sebelum hadirnya sistem tersebut, motor bermesin parallel-twin dikenal memiliki tingkat vibrasi yang cukup tinggi, terutama saat dipacu pada putaran mesin besar.
Melalui teknologi Isolastic, Norton berhasil meningkatkan kenyamanan berkendara tanpa mengurangi karakter mesin maupun stabilitas saat melaju.