BANDAR LAMPUNG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bumi Waras menyebabkan longsor dan runtuhnya tembok penahan tanah di Jalan Nusa Indah, RT 015 LK 02, Kelurahan Bumi Raya, Kota Bandar Lampung, sekitar pukul 10.10 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi yang mengakibatkan tembok penahan tanah terkikis hingga akhirnya roboh. Material longsoran dan reruntuhan tembok kemudian berdampak pada sejumlah rumah warga di sekitar lokasi.
“Dikarenakan hujan deras dan terkikisnya tembok, sehingga mengakibatkan tembok rumah roboh,” demikian keterangan petugas di lokasi.
Berdasarkan data yang dihimpun, rumah milik Amin Haidir yang dihuni dua kepala keluarga dengan tujuh jiwa mengalami kerusakan berat pada bagian dapur dan kamar.
Kerusakan serupa juga dialami rumah milik Junaidi yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa, dengan dampak pada dapur dan kamar.
Sementara itu, rumah milik Jannah yang dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa mengalami kerusakan berat pada bagian dapur. Adapun rumah milik Asariah yang dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa mengalami kerusakan berat pada teras rumah dan kamar.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan yang ditimbulkan tergolong berat dan memerlukan penanganan lanjutan untuk menjamin keamanan warga terdampak.
Penanganan di lokasi melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), yakni BPBD, Damkarmat, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum, serta Dinas Lingkungan Hidup. Petugas gabungan melakukan asesmen, pembersihan material longsor, dan langkah-langkah penanganan darurat guna mencegah risiko bencana susulan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah perbukitan, lereng, dan kawasan rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.
Menurut Idham, curah hujan yang tinggi dapat memicu pergerakan tanah, terutama di lokasi yang memiliki struktur tanah labil atau berada di dekat tebing dan talud yang kondisinya sudah mengalami kerusakan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi longsor, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Jika ditemukan retakan tanah, kemiringan tembok penahan, atau tanda-tanda pergerakan tanah lainnya, segera laporkan kepada aparat setempat atau BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Idham, Rabu 3 Juni 2026.
Ia juga meminta warga untuk tidak mengabaikan kondisi saluran drainase dan talud di sekitar lingkungan tempat tinggal karena dapat menjadi faktor pemicu terjadinya longsor saat hujan deras.